Asap Rokok dan Perokok Pasif

PEROKOK PASIF

  • Secara global, diperkirakan sepertiga orang dewasa terpapar secara reguler terhadap asap rokok orang lain. Paparan terhadap asap rokok orang lain saja telah menyebabkan sekitar 600.000 kematian dini tiap tahun di seluruh dunia.
  • Karena prevalensi merokok laki-laki jauh lebih tinggi daripada perempuan, paparan terhadap asap rokok orang lain lebih berdampak buruk terhadap perempuan. Dari seluruh kematian yang disebabkan oleh paparan asap rokok, 47 persen terjadi pada kalangan perempuan.
  • Laporan Organisasi Kesehatan Dunia tahun 2002 melaporkan secara konklusif bahwa paparan terhadap asap rokok orang lain menyebabkan kanker paru-paru, penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.
  • Meskipun perempuan lebih sedikit merokok daripada laki-laki, banyak perempuan non-perokok yang masih mengalami peningkatan resiko terhadap kanker paru-paru dan resiko kematian karena suami atau pasangan mereka yang merokok.

Sumber GATS Indonesia

TIDAK menjadi perokok tapi berada di lingkungan para perokok mempunyai risiko gangguan kesehatan yang sama besarnya. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kematian para perokok pasif di seluruh dunia mencapai 600.000 orang per tahun. Ini angka yang hampir sama dengan kematian perokok di dunia sebanyak 1 juta orang per tahun.

  1. Seseorang menjadi perokok pasif ketika menghirup udara yang tercemar oleh asap rokok atau produk tembakau lainnya.
  2. Akibat menghirup udara yang tercemar asap rokok orang lain, orang dewasa bisa mengalami gangguan pernapasan serius, penyakit jantung, termasuk jantung koroner dan paru-paru. Sementara bayi yang menghirup udara penuh asap rokok atau bau tubuh orang tuanya yang perokok bisa meninggal mendadak atau punya berat badan di bawah standar jika saat hamil ibunya merokok atau menjadi perokok pasif dari suaminya.
  3. Sebanyak 40 persen anak-anak yang menjadi perokok pasif, terpapar asap rokok dari lingkungan rumah. Dan 31 persen kematian perokok pasif terjadi pada anak-anak.
  4. Remaja yang menjadi perokok pasif di lingkungan rumahnya, meningkatkan keinginan untuk mulai merokok sampai dua kali lipat lebih besar dibanding remaja lain yang tidak menjadi perokok pasif.
  5. Para perokok pasif memiliki beban ekonomi hingga 10 persen untuk keperluan biaya kesehatan terkait paparan asap rokok.
  6. Area merokok yang terpisah atau ventilasi tidak melindungi orang yang non perokok dari asap rokok. Asap rokok tetap dapat menyebar dari area merokok menuju area bebas rokok, bahkan jika pintu antara dua daerah tersebut tertutup.
  7. Tidak ada tingkatan aman terhadap paparan asap rokok. Satu-satunya cara melindungi diri dari efek berbahaya menjadi perokok pasif adalah dengan menciptakan lingkungan yang 100 persen bebas asap rokok. Hal ini diatur dalam pasal 8 Framework Convention on Tobacco Control yang dinyatakan oleh WHO.
  8. Ada lebih dari 4000 bahan kimia dalam asap tembakau. Sekitar 250 bahan kimia telah diketahui berbahaya bagi kesehatan dan lebih dari 50 bahan kimia berpotensi menyebabkan kanker. Laporan menunjukkan bahwa ada sekitar 600.000 kematian yang dialami oleh perokok pasif per tahunnya.
  9. WHO kini mulai mencanangkan ketentuan untuk mengendalikan penggunaan tembakau di dunia. Hal ini berguna melindungi orang yang bukan perokok menjadi perokok pasif oleh ulah para perokok yang tidak bertanggung jawab.

 

Sumber : DetikHealth.com

Get more stuff like this
in your inbox

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.