325102_620

Hari Kesehatan Nasional ke-52: Jogja bagikan 1000 Bunga Peduli Bahaya Rokok

Hari Kesehatan Nasional yang setiap tahun diperingati di berbagai daerah Indonesia sebagai wujud bahwa masyarakat peduli dengan kesehatan hidup mereka. Permasalahan kesehatan di Indonesia tidaklah mudah untuk ditangani terlebih permasalahan rokok di kota Yogyakarta. Dalam kemeriahan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-52 yang diadakan oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta pada Minggu (13/11/2016) jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta mempersembahkan karnaval dengan tema Matikan Rokokmu Atau Rokok Mematikanmu.

Dalam perlombaan karnaval ini, jurusan keperawatan memberikan 1000 bunga pesan kesehatan dan papan pesan peringatan untuk berhenti merokok yang dipegang oleh peserta karnaval. Pesan kesehatan yang mereka sampaikan diantaranya Sehat Tubuh Kita Maka Bahagia Hidp Kita, Jangan Menjadi Korban Bodohnya Rokok, Nutrisi Itu Penting, Cermin Sehat Hidupmu Adalah Investasi Masa Depanmu, Gerakan Hidup Sehat Dengan Hidupkan Lingkungan Sehat, Sehat di Setiap saat Adalah Anugrah, Matikan Rokokmu Sebelum Rokok Mematikanmu, Rokok Matikan Buang. Kontingen ini juga turut membuat maskot puntung rokok dan pocong. Kedua maskot tersebut memberikan pesan tersirat bahwa jika merokok maka akan mendekatkan pada kematian.  Menurut mereka, kedua maskot ini sangat tepat untuk memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat disekitar Malioboro.

“ Kami memang sengaja memilih maskot puntung rokok dan pocong, karena menurut kami merokok itu merupakan aktivitas yang tidak ada manfaatnya sama sekali bagi kesehatan tubuh dan justru malah semakin mendekatkan kita pada kematian karena 4000 zat racun yang terkandung di dalamnya.” ujar Dewi, selaku Gubernur Himpunan Mahasiswa Jurusan Keperawatan.

Konsumen rokok yang menjadi sasaran empuk industri rokok adalah remaja dan anak-anak. Remaja dan anak-anak sangat mudah tertarik dengan iklan rokok yang selama ini tayang di Televisi dan bertengger di pinggir jalan. Padahal, kedua generasi ini sangat digadang-gadang dan sedang dipupuk untuk mampu menjadi generasi emas saat bonus demografi 2045. Merokok bagi anak muda bukanlah suatu aktivitas yang bisa dianggap keren. Aktivitas ini malah membuat rusaknya tubuh dan semakin dekat dengan kematian. Hal inilah yang menjadi alasan kuat dipilihnya tema Matikan Rokokmu Atau Rokok Mematikanmu.

“Mumpung kami ada kesempatan kampanye di Malioboro, dimana tempat ini merupakan tempat khas dan sentral dari Yogyakarta pastilah banyak sekali anak-anak, remaja, bahkan dewasa yang berkeliaran di sini. Maka dari itu kami mengambil tema Matikan Rokokmu Atau Rokok Mematikanmu. Supaya anak-anak, remaja, dan dewasa paham bahwa merokok itu bukan merupakan antivitas yang keren. Karena mereka juga sebagai pundak bagi bonus demografi 2045.” Ujar Dewi, selaku Gubernur HMJ Keperawatan.

Berdasarkan data dari The Tobacco Atlas, lebih dari 2,6 juta anak di Indonesia adalah perokok aktif. Data ini didukung pula oleh data dari Komnas Anak dan Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) yang menyatakan bahwa 70%  remaja mulai merokok karena melihat iklan rokok yang menggiurkan. Data tersebut juga dikuatkan oleh Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 yang menyatakan bahwa Indonesia terancam kehilangan bonus sumber daya manusia berkualitas di masa depan karena usia merokok saat ini didominasi oleh penduduk berusia produktif dan anak-anak.  Dari ketiga data tersebut dapat dikatakan Indonesia sedang dalam keadaan gawat darurat karena terancam kehilangan kualitas sumber daya manusia. Pantaslah jika Indonesia dijuluki sebagai baby smoker country. Julukan ini didapatkan karena ulah para generasi Indonesia.

Menurut lembar fakta Komnas Pengendalian Tembakau, perokok remaja telah menjadi faktor penting dalam perkembangan setiap industri rokok 50 tahun terakhir. Perokok remaja adalah salah satunya sumber perokok pengganti. Jika para remaja tidak merokok, maka industri akan bangkrut sebagaimana sebuah masyarakat yang tidak melahirkan generasi penerus akan punah.

Sebagai wujud peran serta mahasiswa kesehatan dalam memberantas rokok Indonesia yang menyasar pada anak-anak dan remaja, di sepanjang jalan kontingen ini meneriakkan pesan kesehatan sesuai dengan papan yang mereka bawa. Sekitar 40 peserta dalam kontingen ini mampu membuat takjub para pengunjung Malioboro. Display yang mereka tampilkan dihadapan juri mampu menyambut tepuk tangan meriah dari para penonton.

“Kami sangat berharap, semoga dengan karnaval yang kami adakan pada lomba memperingati HKN tahun ini mampu memberikan motivasi kepada para perokok aktif untuk segera berhenti merokok. Karena merokok itu tidak keren, merokok itu hanya untuk orang yang tidak bisa baca dan merokok itu mendekatkan kita pada kematian. Masa depan Indonesia ada ditangan kita kan?”, ucap Dewi di sela-sela kesibukannya.

Dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional yang selalu diadakan tiap tahun, semoga dapat membuat Indonesia semakin terjaga kesehatannya sesuai dengan UU No. 36 Tahun 2009 menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dan semoga anak-anak dan remaja Indonesia mampu berhenti dari kebiasaan buruk merokok agar masa depan Indonesia ditahun 2045 bisa tercapai dengan gemilang.

Dea Lakshita

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*

Get more stuff like this
in your inbox

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.