xlarge_tugu-jogja

Penghargaan Pastika Parama Untuk Yogyakarta

Kawasan Tanpa Rokok atau yang biasa disingkat KTR merupakan ruangan atau area yang dilarang untuk kegiatan merokok, memproduksi, menjual, mengiklankan, dan atau mempromosikan produk tembakau. Berdasarkan peraturan ini terdapat delapan kawasan yaitu fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum, dan tempat lain yang ditetapkan. Beberapa daerah di Indonesia sudah menerapkan peraturan ini. Yogyakarta menjadi salah satu daerah di Indonesia yang menerima penghargaan Pastika Parama langsung dari Kementerian Kesehatan. Penghargaan ini diserahterimakan secara langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F Moeloek, bulan Juli lalu di The Alana Hotel & Convention Center.

Penghargaan Pastika Parama merupakan penghargaan tertinggi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk daerah yang telah menerapkan KTR. Kota Yogyakarta berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2017 tentang KTR bisa dikatakan telah berhasil menerapkan KTR di delapan kawasan.

“ Kami mengapresiasi pemberian penghargaan ini. Perda KTR sangat membantu dalam mengatur perilaku merokok bagi warga kota Yogyakarta.” Ucap Titik Sulastri, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta.

Penilaian yang dilakukan Pemerintah bukan karena daerah tersebut sudah bebas rokok dari warganya, namun bagaimana warga merokok pada tempat yang sudah disediakan. Pemerintah Pusat lebih cenderung menilai Perda berpengaruh dan berhasil meningkatkan pemahaman warga tentang batasan kawasan tanpa rokok. Perda KTR kota Yogyakarta sebagai upaya Pemkot Yogyakarta yang ingin melindungi warganya dari bahaya yang ditimbulkan akibat rokok.

Menurut Fita Yulia Kisworini, Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, pemerintah merupakan faktor penentu dalam keberhasilan dan kepatuhan pelaksanaan KTR. Sosialisasi pada masyarakat terus dilakukan dengan cara turun langsung ke titik penting seperti sekolah, hotel, mal, dan tempat umum lainnya. Dengan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia.

Dengan pemberian penghargaan ini diharapkan dapat memacu semangat pemerintah untuk lebih mengupayakan sosialisasi KTR agar kesehatan masyarakat Yogyakarta lebih meningkat. Penghargaan ini bukanlah menjadi titik akhir dari segala perjuangan pemerintah dan warga Yogyakarta tetapi penghargaan ini merupakan titik awal Yogyakarta untuk bangkit dari bahaya asap rokok. Pemberian penghargaan ini semoga mampu menjadikan Yogyakarta sebagai role model kota lain di Indonesia.

 

Penulis: Dea Surya Lakshita, Midwifery student, Health Polytechnic of Ministry of Health in Yogyakarta

deapasha2012@gmail.com

 

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*