target

Iklan Pengaruhi Siswa Beli Rokok di SMPN 117

Annisa Dwi Rosinawati dari SMP Negeri 117 mengajak teman-temannya untuk menghidari rokok. Bersama teman-temannya dan lingkungan setempat, dia beraksi menurunkan iklan-iklan rokok di sekitar sekolahnya, yang menurutnya, mendorong teman-temannya untuk merokok.

Berbicara tentang iklan rokok sangat berpengaruh dengan kehidupan masyarakat terutama para remaja. Iklan rokok sangat mudah ditemui oleh kalangan remaja, mulai dari media elektronik seperti iklan di televisi sampai media cetak, seperti majalah dan poster.

Bahkan tanpa kita sadari, ternyata para pengusaha rokok menargetkan para remaja yang berusia sekitar 10-14 tahun untuk dijadikan perokok pengganti. Para pengusaha rokok pun mempunyai cara tersendiri untuk menargetkan para remaja, seperti memasang poster, spanduk, dan pamflet iklan-iklan rokok dengan warna dan desain yang mencolok di sekitar lingkungan sekolah.

Berdasarkan survei di beberapa sekolah, salah satunya SMPN 117 Jakarta, ternyata, di lingkungan sekolah yang seharusnya dapat ditemui informasi-informasi penting dan sebagai tempat menambah ilmu juga wawasan, dapat ditemui iklan-iklan rokok. Iklan-iklan yang terpajang di warung-warung dekat sekolah ini dapat memengaruhi beberapa siswa untuk mengonsumsi rokok.

Rokok sudah beredar sejak lama. Di Indonesia, terdapat 66 juta perokok aktif dan 3,9 persen di antaranya adalah anak berusia 10-14 tahun. Diperkirakan, angka yang terus meningkat ini juga disebabkan oleh adanya iklan-iklan rokok yang beredar bebas.

Melihat keadaan ini, teman-teman SMPN 117 Jakarta melakukan sebuah aksi untuk menolak iklan rokok di lingkungan sekolahnya, lho. Usaha apa, sih, yang dapat dilakukan? Usaha yang dapat dilakukan adalah menurunkan poster-poster yang terpajang di sekitar lingkungan sekolah, berusaha bekerjasama dengan penduduk setempat, seperti pemilik warung dan Ketua RT, dan berbagi pengalaman dengan teman-teman sebaya tentang bahaya rokok.

Pengaruh iklan rokok itu sendiri seperti membuat para remaja jadi ingin menjajakan uang sakunya untuk membeli rokok. Masalahnya, sekali kamu coba, kamu jadi terus ingin mengonsumsinya, dan apabila dilakukan secara rutin, akan mengganggu kesehatan, lho. Secara tidak langsung, ini sama seperti merusak masa depan kita sendiri. Maka dari itu, kita harus hindari rokok, ya!

Mau sukses? Mau gaul? Mau pintar? Hindari rokok! “Be Smart, Don’t Start”

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*