IMG-20150102-WA0002

Iklan Rokok Perusak Moral Bangsa Bertebaran Di Indonesia

Iklan adalah media promosi yang dilakukan oleh suatu industri untuk memasarkan produk yang diproduksinya. Beberapa industri seperti industri makanan, alat rumah tangga dan lain-lain berlomba untuk menampilkan barang yang diproduksinya dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan barang tersebut. Tetapi ada suatu industri yang dilarang menampilkan wujud atau bentuk barang yang dijualnya, yaitu industri rokok.

Industri rokok adalah industri yang dilarang untuk menampilkan wujud rokok sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012 Pasal 27. Meskipun demikian, industri rokok tidak kehabisan akal untuk dapat memasarkan produk rokoknya. Iklan rokok adalah iklan yang dilarang menampilkan wujud rokok. Tetapi meskipun tidak menampilkan wujud rokok, industri rokok sangat cerdas dalam memasarkan produknya. Salah satunya dengan cara mengeluarkan tagline atau kata-kata yang memang ditargetkan ke anak-anak muda. Masih kita ingat tagline “Gak ada lo gak rame…”, “Enjoy aja…”, “Go Ahead…” dan masih banyak lagi tagline yang menyesatkan yang dikeluarkan oleh industri rokok.

Bukan hanya tagline, industri rokok juga sangat pintar dalam memasang iklan rokoknya di media luar ruang seperti lingkungan kampus, sekolah, taman, jalan protokol, pusat perbelanjaan, dan masih banyak lagi tempat-tempat strategis yang memang dijadikan tempat untuk memasang iklan rokok tersebut. Sebut saja iklan rokok dari salah satu produk rokok yang menampilkan 2 sosok pria dan wanita dewasa yang sedang berpelukan dan seakan-akan sedang berciuman. Selain itu, tagline yang ditulis di iklan tersebut adalah “Mula-mula malu-malu, Lama-lama mau”. Sangat bisa dipastikan, iklan rokok tersebut ditargetkan untuk remaja yang masih mau mulai untuk mencoba rokok. Untuk bangsa Indonesia yang mempunyai budaya, moral, dan beragama yang sangat baik tentunya tidak sesuai dengan iklan rokok tersebut.

“Remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap hari esok karena mayoritas perokok memulai merokok ketika remaja..” (Laporan Peneliti Myron E. Johnson ke Wakil Presiden Riset dan Pengembangan Phillip Morris)

IMG-20150102-WA0002

Menurut laporan beberapa sumber, iklan rokok tersebut sudah ada di Jakarta dan juga Bandung. Di Jakarta sendiri sudah ditemukan di beberapa tempat seperti Pasar Minggu dan Jalan TB. Simatupang. Sebagai bangsa Indonesia, kita bisa bertindak dengan melaporkan iklan rokok perusak moral ini melalui website https://lapor.ukp.go.id/ dengan mengunggah foto dan lokasi iklan tersebut. Ayo bertindak dan selamatkan generasi bangsa Indonesia dari iklan rokok!

#StopIklanRokok!

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*