target

Menolak Menjadi Target

Tulisan berikut ini ditulis oleh adik kita Matheus Sebastian William dari SMP Budhaya III St. Agustinus, Jakarta Timur. Dalam tulisan ini William menceritakan upaya yang dilakukannya bersama teman-teman agar teman-temannya tidak merokok dan menolak menjadi target industri rokok.

Saya dan teman-teman menolak menjadi target perusahaan rokok, karena perusahaan rokok membuat iklan dan spanduk-spanduk untuk menarik perhatian para pembeli, termasuk anak-anak. Iklan-iklan tersebut terdapat di tempat-tempat umum, seperti di supermarket dan lain-lain.

Di sekolah saya masih ada beberapa teman yang merokok, dan teman-teman yang tidak merokok menjadi perokok pasif. Upaya saya dan teman untuk teman-teman yang merokok adalah memberi tahu tentang bahaya merokok, dan bahwa merokok menyebabkan kecanduan.

Upaya-upaya yang saya dan teman-teman lakukan di sekolah adalah membuat iklan larangan merokok bagi remaja, bahaya merokok yang dibuat di mading sekolah, dengan tujuan agar teman-teman yang merokok tidak merokok lagi.
Mungkin teman-teman yang merokok mengetahui rokok dari iklan rokok di warung dan di TV, tapi mereka tidak tahu akibat merokok. Rokok itu murah, tetapi obatnya mahal. Rokok itu tidak baik bagi kesehatan.

Aku menolak menjadi target, kalau kamu?

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*