target

Murid SMPN 117 Jakarta Memberantas Iklan Rokok

Mengungkapkan fakta-fakta tentang pengaruh iklan rokok terhadap perilaku merokok, Sheila Fervita dari SMP Negeri 117 Jakarta bersama teman-teman dan Ketua RT setempat mendukung penolakan iklan rokok di lingkungan sekolahnya. Berikut kisahnya.

SMPN 117 Jakarta berada di kawasan Duren Sawit, tepatnya di lingkungan RT 006/RW 04, yang memiliki ketua RT bernama Pak Anas Bakri. Pak Anas Bakri sudah bekerja sama dengan beberapa murid SMPN 117 untuk membalikkan spanduk rokok di warung sekitar SMPN 117 Jakarta dan, sebaliknya, memasang spanduk bertuliskan “Selamat Datang di Kawasan Pendidikan Tanpa Rokok”, pada bulan Agustus lalu.

Di depan SMPN 117 Jakarta terdapat 4 warung yang masing-masing memasang sebuah spanduk rokok. Di beberapa warung yang terdapat di sepanjang gang sekolah pun juga memasang spanduk dan poster-poster rokok. Hal ini mengkhawatirkan, karena akan berdampak buruk bagi siswa-siswi yang bersekolah di kawasan itu. Iklan dan promosi rokok itu meningkatkan persepsi positif dan keinginan untuk merokok. Di Indonesia sebanyak 70 persen remaja mengaku mulai merokok karena terpengaruh oleh iklan, 77 persen mengaku iklan menyebabkan mereka untuk merokok, dan 57 persen menyatakan iklan mendorong mereka untuk kembali merokok.

Di SMPN 117 dan sekolah lain dekat SMPN 117 sudah terpasang papan dan spanduk bertuliskan “Kawasan Dilarang Merokok”. Menurut Peraturan Pemerintah No. 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan (PP 109/2012), sebagai peraturan pelaksana dari UU No. 36 tahun 2009 selanjutnya secara tegas melarang setiap orang untuk merokok, memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan produk tembakau di Kawasan Tanpa Rokok termasuk sekolah.

Sudah ada beberapa peraturan yang dengan tegas melarang penjualan iklan rokok di tempat belajar. Contohnya UU RI no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, khususnya pasal 115 menetapkan bahwa tempat belajar merupakan salah satu dari 7 (tujuh) Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dengan demikian, sudah sepatutnya sebagai pelajar mendukung adanya penolakan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan rokok di sekitar sekolah. Contohnya, seperti yang dilakukan beberapa murid SMPN 117 yang membuat mading tentang penolakan rokok di kawasan sekolah, atau dengan membentuk Komunitas Tolak menjadi Target Iklan Rokok yang dibentuk oleh murid-murid SMPN 117 Jakarta.

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*