kampanye roby

Seruan Robby, Pejuang Anti Rokok, Untuk Indonesia

Pertemuan dengan Robby Indra Wahyuda adalah pertemuan yang kembali berburu dengan waktu. Kepergian Robby menghadap Tuhan tidak pernah disangka oleh siapapun. Sosok yang ceria itu menjadi banyak inspirasi bagi masyarakat untuk memperjuangkan haknya dari cengkeraman rokok, namun Ia pergi begitu cepat.

Ironisnya, ada sebagian kelompok yang menyangkal kenyataan bahwa rokok memisahkan anak dari keluarganya, merenggut pita suara Robby, bahkan membuat Negara sebesar ini tidak berdaya. Resistensi atas fakta yang begitu membabi buta, menutupi rasional, bahkan mampu membuat pemimpin-pemimpin negeri lupa akan pentingya sebuah kehidupan. Apakah sebegitu tidak berharganya nyawa di Negeri ini sehingga bisa diabaikan oleh pemerintah? Apakah masih perlu mendengar resistensi tidak rasional yang terus membelenggu bangsa ini dari keterjajahan Industri candu?

Robby mengisahkan pengalaman pribadinya melalui akun sosial media yang akhirnya menjadi begitu fenomenal. Dengan bermodal telepon genggam, Ia mampu membuat ratusan bahkan ribuan orang tergerak untuk membuka mata, bahwa angka yang diperlihatkan oleh data statistik tentang korban rokok di Indonesia memiliki wajah dan kehidupan yang berharga di baliknya. Kehidupan ini harus dipastikan terpenuhi haknya secara bebas tanpa dibelenggu oleh ketergantungan nikotin.

Ancaman yang dihadapi anak bangsa dari keterpurukan kesehatan tidak hanya soal merokok tidak baik untuk kesehatan, lebih dari itu, industri rokok dengan terencana meraup keuntungan dari mulut-mulut anak Indonesia. Data yang didapatkan dari www.tolakjaditarget.com di 5 kota besar di Indonesia jelas memperlihatkan bukti bahwa iklan dan sponsor rokok masif ditempatkan di dekat dengan lingkungan tempat anak-anak beraktivitas setiap harinya, seperti sekolah. Kelonggaran terhadap aturan tentang produk rokok di Indonesia dengan mudahnya dimanfaatkan industri rokok untuk bebas menjual produknya di dekat anak-anak.

Terlepas dari ada atau tidaknya peraturan, praktik penjualan yang dilakukan industri rokok mencerminkan bahwa industri tidak bertanggung jawab secara moral terhadap masyarakat. Industri rokok dengan sadar menempatkan iklan dari produknya yang mematikan dan mempromosikannya kepada masyarakat bahkan anak-anak.

Klaim yang dilontarkan industri rokok selama ini bahwa anak seharusnya mendapatkan edukasi yang memadai tentang bahaya rokok justru tidak dapat ditegakkan apabila anak terus terpapar oleh iklan rokok. Berbagai upaya penyuluhan tentang bahaya rokok di sekolah akan dilemahkan dengan pesan-pesan rokok yang menggambarkan citra positif rokok. Iklan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi anak untuk merokok. Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa terpaan iklan dan promosi rokok sejak usia dini pada anak meningkatkan persepsi positif akan rokok, keinginan untuk merokok, bahkan mendorong mereka untuk kembali merokok setelah berhenti.

“Bapak Presiden, kami generasi muda Indonesia kini menjadi sasaran penjualan industri rokok. Eksploitasi rokok dan produk tembakau kian merajalela hingga ke usia yang sangat muda bahkan Indonesia memiliki julukan negara baby smoker. Data Komnas Anak menunjukkan setidaknya terdapat 239 ribu anak Indonesia yang berusia dibawah 10 tahun sudah menjadi perokok aktif, menandakan kegagalan besar pemerintah Indonesia dalam mewujudkan komitmennya untuk melindungi kesehatan masyarakat.” Kutipan yang diambil dari website Change.org ini merupakan seruan dari Alm. Robby untuk pemerintah agar membuat pengaturan tentang rokok. Perjuangan dan seruan ini tidak boleh berhenti, seluruh masyarakat yang peduli terhadap kepentingan anak Indonesia harus ikut berperan dan beraksi bersama. Perjuangan Robby harus terus hidup, kita yang menghidupkannya!

Berikut link lengkap petisi mendukung peraturan pengendalian bahaya rokok di Indonesia:
https://www.change.org/p/jokowi-do2-apa-penerus-anda-adalah-generasi-muda-sakit-sakitan-karena-rokok-dukungfctc

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*