target

SMPN 104 Tolak Jadi Target

Sering melihat iklan rokok di berbagai tempat dan tidak ingin teman-temannya terdorong untuk merokok karena iklan-iklan tersebut, Ananda Bella S. dari SMP Negeri 104 Jakarta, bersama teman-temannya mengadakan aksi “Tolak jadi Target!” dengan menurunkan iklan-iklan rokok di lingkungan sekolahnya.

Iklan rokok sangat berpengaruh pada remaja karena iklan rokok menyebabkan remaja yang tidak merokok menjadi mencoba-coba dan akhirnya kecanduan rokok. Rokok dapat menyebabkan masalah kesehatan. Tetapi banyak sekali iklan rokok di sekitar lingkungan sekolah atau di jalan raya.

Remaja masih ada yang merokok dan remaja yang merokok akan mengajak remaja lainnya yang tidak merokok, yang akhirnya remaja tersebut akan mencoba-coba dan akhirnya remaja itu pun akan kecanduan rokok.
Seringkali saya melihat banyak iklan rokok di sekitar sekolah dan bahkan ada remaja yang kecanduan rokok, bukan hanya remaja saja, anak-anak pun ada yang sudah kecanduan rokok, yaitu usia 9-10 tahun.

Setiap saya pulang sekolah, saya melihat ada remaja dan anak-anak membeli rokok di warung. Remaja dan anak-anak itu pun merokok di depan sekolah. Sebenarnya, iklan rokok itu tidak boleh ada di depan sekolah, karena iklan rokok itu memengaruhi anak-anak sekolah sehingga mereka merasa rokok produk yang biasa (baca: tidak bahaya).
Perusahaan rokok butuh sekali yang namanya iklan rokok. Kalau tidak ada iklan rokok, pasti mereka akan rugi karena rokok yang sudah dibuatnya tidak ada yang beli atau tidak dikenal oleh masyarakat dan remaja, sedangkan pelanggan sebelumnya sudah sakit atau bahkan meninggal.

SMP Negeri 104 Jakarta sudah bergerak untuk mencopot semua iklan rokok yang ada di warung ataupun di depan sekolah untuk mencegah anak-anak sekolah mulai merokok. SMP Negeri 104 bekerja sama dengan SFA dan pedagang-pedagang yang ingin berhenti menjual rokok kepada anak-anak. SMP N 104 Jakarta melakukan gerakan ini sebagai aksi “Tolak Jadi Target!”

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*