IMG-20171028-WA0020

Sambut Hari Sumpah Pemuda, Warrior Yogyakarta Bertekad Kurangi Perokok Anak

Menyambut Hari Sumpah Pemuda 2017 bulan lalu, puluhan anak muda yang dimotori oleh Warrior FCTC Yogyakarta mendeklarasikan Semangat 1 Indonesia #Jogja Berani di Kampung Ledok Macanan Yogyakarta ( Jumat, 27/20/2017). Para Warrior FCTC kota Yogyakarta, yakni Agista, Desi, Renaldo, dan Wira sangat bersemangat menggelar aksi deklarasi. Mereka berkolaborasi dengan para pengurus Forum Anak dari seluruh kota dan kebupaten di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gelaran aksi deklarasi Semangat 1 Indonesia #Jogja Berani ini dalam rangka mengambut Wayang FCTC yang tiba di kota Gudeg pada senin lalu (23/20/2017) . Kota Yogyakarta menjadi kota keenam yang didatangi Wayang FCTC dalam rangkaian “Petualangan 365 Hari FCTC Warrior di 25 Kota”. Keempat Warrior Yogyakarta menerima wayang FCTC dan naskah Deklarasi, yang menjadi simbol FCTC Warrior. Warrior FCTC adalah 40 anak muda dari 25 kota di Indonesia yang berkolaborasi menolak hegemoni industri rokok dan menjadi target pemasaran industri rokok. Menurut Renaldo, perwakilan Warrior Yogyakarta, mereka mengusung tema #Jogja Berani sebagai komitmen anak muda menguragi perokok anak di Yogyakarta.

“ Jogja Berani singkatan dari Jogja Bebas Perokok Anak Sejak Kini. Ini menjadi tekad kami anak-anak untuk mendukung Pemerintah Daerah mengurangi jumlah perokok anak di Yogyakarta,” tegas mahasiswa Fakultas Teknik UPN Veteran Yogyakarta ini.

Edo, panggilan akrab Renaldo, memaparkan jumlah perokok anak di Yogyakarta naik cukup signifikan dari 7,14% (data Riskesdas 2010) menjadi kurang lebih 11% (Riskesdas 2013). Warrior FCTC Yogyakarta lainnya, Agista, menjelaskan pilihan menggelar aksi di kampung Ledok Macanan disebabkan jumlah perokok anak di sini sangat besar.

“Selain itu, posisi kampung yang berada di tengah kota Yogyakarta membuat kampung ini dikelilingi billboard iklan rokok. Ini sangat mengkhawatirkan karena anak-anak dikampung ini terpapar iklan rokok terus menerus yang berpotensi mendorong mereka untuk merokok”, tegas Aktivis Forum Anak Yogyakarta ini.

Para Warrior mengajak anak-anak dan perwakilan warga kampung Ledok Macanan memahami pentingnya bahaya rokok dan paparan iklan rokok untuk mengurangi jumlah perokok anak melalui pementasan wayang FCTC dan acara diskusi di aula terbuka kampung Ledok Macanan. Selesai acara diskusi, warga mendapat stiker bertuliskan Rumah Tanpa Asap Rokok, untuk ditempelkan di rumah warga dan menjadi komitmen bersama untuk tidak lagi merokok di dalam rumah. Edo menjelaskan, komitmen untuk tidak merokok di rumah adalah upaya dalam rangka mengurangi perokok anak.

“Hal ini dilatari hasil penelitian Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) UMY tentang pemetaan profil perokok pemula di bawah uasia 10 tahun dan menemukan pengaruh terbesar yang membuat perokok usia muda merokok adalah keluarga. Itu sebbabnya mengapa dorongan untuk tidak merokok harus dimulai langsung dari keluarga. Kami mengajak semua ayah, bunda, kakak, adik, paman, bibi, kakek dan nenek untuk tidak merokok. Bila tak ada anggota keluarga merokok diharapkan perokok anak semakin berkurang,” tegas Edo.

Agista menambahkan, tingginya perokok anak juga disebabkan harga rokok sangat murah dan dijual bebas, sehingga membuat rokok sangat mudah dijangkau anak-anak. Tanpa upaya keras untuk meminimalisir faktor penyebab ini, kata Agista, jumlah perokok anak tetap akan naik signifikan.

“Karena itu melalui deklarasi Semangat 1 Indonesia #Jogja Berani ini, kami para Warrior FCTC mengajak semua pihak berkomitmen mengurangi jumlah perokok anak. Keluarga harus menjadi teladan utama untuk tidak merokok, serta pemerintah menaikkan harga rokok setinggi-tingginya serta melarang iklan dan promosi rokok,” pungkasnya.

Setelah Yogyakarta, Wayang FCTC dan naskah Deklarasi 10 Mei akan diperjalankan kembali dalam rangkaian Petualangan 365 hari fctc warrior di 25 kota. Kota Jember sudah menunggu untuk menerima estafet keenam Wayang FCTC warrior.

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*