Dampak Rokok

Rokok = Kumpulan Racun

 

kita-korban

INDUSTRI rokok selalu punya alasan untuk mematahkan bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia, lingkungan, bahkan mengancam ekonomi rumah tangga menengah-bawah. Hasil-hasil penelitian yang menunjukkan banyaknya racun dalam sebatang rokok bahkan diputarbalikkan seolah-olah rokok tak membahayakan, bahkan mengandung keuntungan dari segi kesehatan. Berikut ini beberapa mitos dan argument yang dibangun industri rokok:

Argumen industri : Zat yang terkandung dalam rokok masih menjadi kontroversi ilmiah penyebab kanker.

FAKTA : Merokok tidak hanya berbahaya bagi ketahanan jantung, paru-paru, dan menyebabkan kanker pada organ tubuh dan gangguan impotensi, tapi juga merusak jaringan kulit. Menurut studi British Medical Association para perokok memiliki wajah lima kali lebih tua dibanding bukan perokok. Itu karena racikan pelbagai senyawa dalam rokok meracuni sel-sel darah merah.

Setidaknya ada 7.000 zat kimia yang terkandung dalam sebatang rokok. Selain nikotin dan tar dalam tembakau dan cengkeh, zat kimia lainnya disumbang oleh bahan baku kertas, lem, filter, perasa. Karena itu rokok menjadi penyebab 12 persen kematian dini di seluruh dunia. Dan inilah tujuh zat kimia yang membuat kulit mengkerut dan raut perokok menjadi terlihat lebih tua dari umur sebenarnya.

 

zat dalam rokok

 

1.  Amonia

Bahan pelarut yang biasa dipakai untuk pembersih toilet dan kaca jendela. Amonia berfungsi menyerap nikotin sehingga lebih cepat larut dalam paru-paru penghisapnya dan otak pun mendapat dosis nikotin jauh lebih tinggi.

2. Kadmium

Dalam industri zat ini dipakai untuk baterai, lapisan logan, dan bahan baku plastik. Efek pada tubuh ketika zat ini terhisap adalah merusak ginjal dan melukai pencernaan.

3. Benzena

Secara alami zat kimia ini diproduksi gunung berapi. Dalam porsi buatan zat ini diproduksi dari reaksi kimia batubara dan minyak untuk membuat plastic, deterjen, dan pestisida. Jika dicampur dengan rokok dan dihisap leukemia adalah akibat pertama yang ditumbulkan benzena.

4. Formaldehida

Bahan baku perekat dalam produk kayu dan pengawet dalam cat. Reaksi jika tubuh dimasuki zat ini adalah mata berair, panas pada mata, hidung, dan tenggorokan, mual, batuk, sesak napas, ruam kulit, dan alergi.

5. Nikel

Nama lain perak atau logam putih keras. Zat kimia ini penyebab bronchitis, berkurangnya fungsi paru-paru, dan infeksi saluran pernapasan.

6. Lead atau Timbal

Dipakai sebagai bahan dasar amunisi, atap, bensin, cat, dan keramik. Timbal mempengaruhi semua sistem tubuh dengan gejala paling rentan pada sistem syaraf pusat, terutama pada anak-anak, selain merusak kekebalan tubuh dan ginjal. Paparan asap rokok yang mengandung timbal pada perokok pasif menyebabkan kelahiran premature, penurunan kemampuan mental, kesulitan belajar, dan menghambat pertumbuhan anak.

7. Aseton

Zat kimia produk buangan asap kendaraan bermotor. Orang yang tinggal dalam udara tercemar aseton biasanya iritasi pada hidung, tenggrokan, paru-paru, mata, sakit kepala, tremor, gelisah, pusing, pingsan bahkan hingga koma. Pada perempuan aseton penyebab utama gangguan siklus menstruasi. Maka bayangkan jika zat ini dihisap secara sengaja dari sebatang rokok.

 

Argumen industri : Kematian adalah takdir, bukan ditentukan oleh rokok.

FAKTA : Sebanyak 400.000 orang meninggal di Indonesia karena penyakit yang disebabkan oleh rokok, baik perokok aktif maupun perokok pasif. Stroke dan serangan jantung masih menjadi penyakit tiga besar yang penyebab utamanya adalah tersumbatnya pembuluh darah akibat merokok.

 

perokokvsnon

 

Argumen Industri : Rokok menunjukkan kedewasaan dan kejantanan

FAKTA : Rokok menyebabkan kulit keriput sehingga wajah tampak lebih tua, bukan aura dewasa, dibanding bukan perokok.

 

kembar

Sumber: DetikHealth.Com

Get more stuff like this
in your inbox

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.