Laporan Monitoring “Serangan Iklan Rokok di Sekitar Sekolah”
Laporan Monitoring “Serangan Iklan Rokok di Sekitar Sekolah”

Laporan Monitoring “Serangan Iklan Rokok di Sekitar Sekolah”

Pada 15 Juni 2015, Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), Lentera Anak Indonesia (LAI) dan Smoke Free Agents (SFA) merilis laporan hasil pemantauan yang bertajuk “Serangan Iklan Rokok di Sekitar Sekolah” di Sere Manis, Sabang, Jakarta Pusat.

Hasil pemantauan ini membuktikan bahwa industri rokok secara agresif menempatkan iklan rokok di sekitar sekolah. .

FAST FACTS FROM THE REPORT:

  1. Beberapa perusahaan rokok besar beriklan di sekitar sekolah, seperti Djarum, Bentoel International Investama, Nojorono Group Kudus, Gudang Garam, dan HM Sampoerna.
  2. Penempatan iklan dan promosi rokok di tempat penjualan, ditemukan di 85% sekolah yang dipantau.
  3. Display rokok di tempat penjualan ditemukan di hampir 70% sekolah yang dipantau.
  4. Promosi harga rokok ditemukan di lebih dari setengah jumlah total sekolah yang dipantau.
  5. Iklan rokok di media luar griya, terutama dalam bentuk billboard, ditemukan di 1 dari setiap 3 sekolah yang dipantau.

Saat di konferensi pers, ada pertanyaan dari satu wartawan: “Bagaimana ada kesimpulan bahwa industri rokok menyasar remaja dengan menempatkan rokok di sekolah?” Pertanyaan ini dijawab oleh Santi Indra Astuti (anggota tim monitoring/peneliti/dosen UNISBA/ YPMA) dari Bandung yang menjabarkan tentang bagaimana industri rokok meletakkan iklan/promosinya sesuai dengan target pasarnya:

“Berdasarkan hasil investigasi selama monitoring, ditemukan bahwa wilayah sekitar sekolah adalah ‘golden area’ (radius 100-150m dari sekolah) yang membuat industri rokok harus merogoh 2-4 juta rupiah perbulan untuk meminta warung/toko memasang atribut iklan dan promosinya. Bila anak/remaja bukan sasarannya lalu apa gunanya mereka merogoh biaya sebanyak itu?”

Dukungan penuh didapatkan dari Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, PGRI, dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Mereka melalui wakilnya menyatakan bahwa mereka akan melakukan sinergi bersama untuk mendukung dihapuskannya iklan, promosi, dan sponsor rokok di media manapun dan memastikan bahwa peraturan pendukungnya dibuat dengan seketat dan secepat mungkin.

Setelah konferensi pers, Menteri Anies Baswedan diwawancara oleh detik.com. Pak Menteri berkata :

“Kita harus menyadari bahwa pada mereka-mereka (siswa) memakan iklan. Jika anak Anda dijadikan target mau nggak? Kalau Anda nggak mau jangan jadikan anak orang lain sebagai target. Itu mengingatkan secara moral.”

Mudah-mudahan dengan dukungan ini, kita bisa mulai lihat iklan rokok hilang dari lingkungan kita. Untuk mendownload laporan lengkap hasil monitoring “Serangan Iklan Rokok di Sekitar Sekolah” dan materi konfrensi pers, silahkan kunjungi www.tolakjaditarget.com .

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*