maxresdefault

Benarkah Rokok Bersahabat Dengan Kopi? (Wawancara dengan Pepeng “Klinik Kopi”)

Kopi merupakan minuman legendaris dan menjadi budaya nongkrong masyarakat Indonesia. Kopi sering dikaitkan erat dengan perokok yang senantiasa meminumnya sembari menghisap batang putih itu. Pada era modern saat ini, warung yang menjajakan kopi dengan ciri khas konsep unik sudah tersebar di seluruh Indonesia, salah satunya adalah Klinik kopi. Klinik yang berlokasi di Jalan Kaliurang Yogyakarta ini, pernah menjadi tempat lokasi shooting film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2. Mas Pepeng, sapaan akrab pada pemilik klinik kopi sekaligus penyaji kopi setiap harinya kepada para pelanggan. Keramahan dan keunikan konsep bangunan serta cara melayani pelanggan menjadi satu hal yang menarik perhatian pelanggan domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi Klinik Kopi ini.

Klinik Kopi ini memiliki bangunan yang tidak terlalu luas namun pemiliknya memiliki aturan tegas dalam area yang diperbolehkan merokok dan area yang tidak diperbolehkan merokok. Menurutnya, rokok sangat mengurangi bahkan mengganggu dan merubah cita rasa serta aroma dari kopi. Pengunjung Klinik Kopi ini tidak hanya kalangan anak muda tetapi juga orang tua yang membawa serta anak-anak mereka. Hal inilah yang membuat Mas Pepeng sangat tegas dalam membuat peraturan Kawasan Tanpa Rokok, tujuannya agar anak-anak tidak tersiksa dengan bau asap rokok. Dirinya menampik jika peraturan tersebut akan menurunkan omzet penjualan, karena menurutnya omzet penjualan sangat tidak dipengaruhi dengan peraturan tegas mengenai Kawasan Tanpa Rokok.

“Rokok itu  sangat mampu mengurangi, mengganggu dan merubah cita rasa kopi. Saya tidak setuju jika kopi dikaitkan dengan rokok. Kebanyakan kedai kopi memperbolehkan pengunjungnya merokok dimana saja karena mereka takut omzet menurun. Di Klinik Kopi peraturan tersebut sangat tegas.” Ujar Pepeng (14/10/2017)

Rokok merupakan candu layaknya ketika kecanduan menonton TV. Mas Pepeng merupakan mantan perokok, yang dulu sempat terjerumus menghisap rokok selama 2 tahun dan memilih untuk berhenti kerena ia tak mampu berolahraga lagi terutama berlari dan mendaki gunung. Pengalaman pribadinya berkata, berhenti merokok dipengaruhi besar oleh keinginan kuat dari diri sendiri. Pada umumnya, seseorang berhenti merokok disebabkan karena dua hal yang pertama karena memiliki anak dan yang kedua karena sudah divonis menderita kanker akibat rokok.

“ Berhenti merokok sekarang juga karena rantai merokok akan terus berlanjut jika tak pernah berhenti. Tips berhenti merokok adalah kita harus sadar dan tahu apa saja yang masuk ke dalam tubuh kita. Keinginan berhenti merokok itu berasal dari diri kita sendiri karena tidak ada obat yang mampu menghentikannya. Lingkungan sangat memengaruhi diri anda” pesan Pepeng sembari menyeduh kopi.

Mas Pepeng berpesan untuk memotong rantai perokok perlu dilakukan upaya menaikkan harga rokok. Indonesia sebagai negara yang sedang darurat penggunaan rokok karena dimana-mana semua orang mampu membeli dan menghisap rokok, maka dari itu memerlukan peraturan tegas untuk kenaikan harga rokok. Dirinya berharap para perokok mau memiliki keinginan kuat untuk berhenti merokok dan bagi pemilik warung kopi semestinya mampu menerapkan aturan tegas mengenai area yang diperbolehkan merokok dan yang tidak diperbolehkan merokok.

 

Penulis: Dea Surya Lakshita, Midwifery student, Health Polytechnic of Ministry of Health in Yogyakarta; Email: deapasha2012@gmail.com

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*