robby

#FarewellRobby MANTAN PEROKOK ITU TELAH PERGI SELAMANYA DI USIA MUDA

#‎FarewellRobby‬ Kisah Robby dan ocehan-ocehannya di beranda Facebook tak lagi dapat kita ikuti. Robby berkisah tentang dirinya, keluarganya, ayah dan ibunya. Bacalah kisahnya ketika semasa kecil dititipkan orang tuanya ke penjaga warung. Lalu kisahnya tentang istrinya yang setia menungguinya di rumah sakit. Foto-fotonya begitu kuat menyayat menggambarkan betapa keluarga kecil itu terkoyak oleh penderitaan Robby yang didera oleh kanker pita suara yang diakibatkan oleh kebiasaannya merokok sejak usia 13 tahunan. Kisah Robby ibarat sajian gado-gado, berwarna-warni tapi mengaduk perasaan kita semua yang membacanya.

Yang tidak kalah serunya adalah fakta-fakta dan pengakuan yang disampaikan oleh ribuan followernya menanggapi setiap status Robby. Banyak dari mereka yang menyampaikan keluhan tentang pacar atau suaminya yang susah dinasehati agar berhenti merokok. Tidak sedikit perokok yang kapok merokok setelah melongok beranda Robby, tapi tidak sedikit juga perokok yang mencemooh Robby, yang merasa terganggu kenyamanannya.

Tiba-tiba beranda Robby seakan menjadi suatu ruang wacana publik ideal bagi para pejuang hidup sehat, karena di dunia maya yang diciptakan Robby dengan sengaja atau tidak ini, rokok menjadi musuh bersama. Perokok insyaf juga mulai menuangkan pengalaman mereka berhenti merokok. Dan semua orang tiba-tiba merasa berada dalam satu biduk bersama Robby, senasib, memperjuangkan hidup sehat bebas asap rokok.

“Saya tidak bisa mengimami istri saya lagi saat sholat”, katanya ketika curhat kepada saya. Saya tidak menyangka efek rokok bisa sampai sejauh ini menembus ruang pribadi kehidupan dalam rumah tangga Robby. Mengimami istri adalah salah satu tugas/kewajiban seorang suami dalam agama Islam dan tiba-tiba saja kewajiban yang sakral dalam sebuah rumah tangga ini direnggut begitu saja dan dicampakkan. Saya menitikkan air mata karena perasaan sedih tiba-tiba menyergap jiwa-raga saya. Robby tidak pernah tahu setelah sesi curhat malam itu saya bersujud syukur sejadi-jadinya karena masih diberi kesempatan kedua oleh Tuhan setelah serangan jantung menghentikan kebiasaan merokok saya 7 tahun silam. Dialog dengan Robby ini mempengaruhi batin saya.

Hari ini, Robby meninggalkan kita semua. Kisahnya menginspirasi banyak sekali followernya untuk mengingatkan orang-orang yang mereka kasihi agar berhenti merokok. Perjuangan Roby ini tak boleh berhenti atau dihentikan oleh siapapun atau apapun. Robby hanya istirahat sejenak, namun kisahnya tetap hidup. Kita yang menghidupkannya.

Sebagai wujud solidaritas terhadap perjuangan sahabat kita alm. Robby Indra Wahyuda, yuk kita ikuti petisi yg diinisiasi oleh almarhum, lalu ajak dan sebarkan kepada orang-orang dekat yg kita cintai sebanyak-banyaknya, kepada mereka para perokok yang menjadi korban.

Dukung ‪#‎PetisiRobby‬ di http://chn.ge/1zJe6UK

Baca kisah Robby Indra Wahyuda http://chirpstory.com/li/235884

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*