organpuasa

Puasa dan Rokok

Puasa tak sekadar menghentikan makan, minum, dan menyalurkan hasrat seksual, puasa adalah waktu introspeksi ketika tubuh rehat dari segala jenis masukan yang tak bermanfaat. Maka di bulan Ramadan umat Islam yang sedang berpuasa dianjurkan mengaji, membaca Quran, atau membaca buku karena saat perut kosong itulah pikiran menjadi terang. Kita seringkali terbalik memenuhi hak tubuh: mengisi terus pencernaan sehingga menimbun fungsi otak dan pikiran.

Makan dan minuman sangat dibutuhkan oleh tubuh kita, tapi berapa banyak asupan itu hanya menjadi racun bagi tubuh karena kita keliru memilah dan mengontrolnya. Apalagi di zaman ketika makanan dirayakan di mana-mana, ketika acara kuliner selalu membujuk kita piknik ke sebuah tempat untuk mencoba dan mencicipinya. Kita seringkali lupa menghitung berapa persen yang kita butuhkan karena otak dan pikiran terkelabui oleh berapa persen yang kita inginkan.

Jika makanan dan minuman yang bermanfaat bagi tubuh saja menjadi racun yang membuat kita sakit, tubuh kita sakit dan pikiran kacau, apatah lagi makanan dan minuman yang sudah jelas mengandung racun, seperti rokok dan minuman beralkohol. Dari pelbagai bukti empirik, tak satu pun zat yang berguna yang terkandung dalam rokok. Kita tahu informasi ini. Tak ada unsur baik yang terkandung dalam sebatang rokok. Tapi kita terus menghisapnya.

Itulah tabiat candu. Ia menutup pikiran sehat kita tentang logika yang benar. Kita selalu mencari permakluman atas informasi-informasi yang menyalahkan tindakan kita jika berhubungan dengan rokok. Candu mengelabui kita hingga pikiran dan hati kita menolak kebenaran senantiasa dan mencari serta menemukan dalih untuk menangkalnya.

gambar-seram-rokok-300x202

Maka puasa adalah momentum yang tepat kita melupakan rokok. Menghentikan kecanduan pada rokok mungkin tak terlalu sulit, sebab melupakannya adalah perjuangan yang maha berat, jika tak ada niat yang kuat. Berapa banyak perokok berat yang tiba-tiba berhenti karena mereka memang berniat kuat berhenti, dan berapa banyak perokok yang hanya janji di bibir berhenti merokok lalu menyumpalkan rokok kembali ke mulutnya. Berhenti merokok itu mudah dibanding menumbuhkan niatnya.

Tubuh yang sehat adalah tubuh yang seimbang. Puasa telah mencuci kerja tubuh kita selama 11 bulan ke belakang dengan mengosongkannya, mengistirahatkannya dari kerja menggiling makanan yang cocok dan tak cocok dengan kerja organ-organ itu. Betapa mubazirnya jika organ-organ yang telah ditune-up itu kemudian dilumuri racun lagi karena kita menghisap rokok begitu dug Magrib. Kita hanya lulus berpuasa selama fajar menyingsing hingga tenggelam, tapi tak kuat godaan menahan nafsu setelahnya.

Puasa adalah mengendalikan hawa nafsu. Dan Ramadan adalah bulan latihan untuk itu. Prakteknya adalah 11 bulan lain ketika kita dibolehkan dari segala hal. Ujian adalah bukan menangkap macan di kandangnya, tapi menaklukan singa di belantara yang penuh onak. Seperti itulah nafsu kita, termasuk keinginan meracuni tubuh sendiri dengan candu.

Puasa adalah bulan terbaik melupakan rokok.

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*