Kawasan Tanpa Rokok

Paparan asap rokok kepada orang bukan perokok sama bahayanya dengan yang menimpa perokok itu sendiri. Karena itu sangat penting setiap wilayah dan daerah memiliki kawasan bebas asap rokok untuk melindung hak bukan perokok tak menghisap udara yang mengandung nikotin. Berikut ini data penunjangnya:

Tingkat global:

  • Di seluruh dunia, diperkirakan 33 persen laki-laki dan 35 persen perempuan yang tidak merokok terkena paparan asap rokok secara rutin.
  • •Di banyak negara, para perokok pasif terpapar asap rokok orang lain terjadi di tempat kerja.
  • •Sebanyak 40 persen anak-anak terpapar asap rokok di tempat umum.

 

Bahaya menjadi perokok pasif:

  • Paparan asap rokok orang lain merupakan penyebab dari kanker paru-paru, penyakit jantung, kelahiran bayi dengan berat badan rendah, dan penyakit paru-paru kronis seperti bronkitis, serta masalah kesehatan lainnya. Tidak ada tingkat yang aman dari paparan asap rokok orang lain bagi nonperokok.
  • •Setiap tahun 600.000 perokok pasif meninggal. Dari semua kematian dini perokok pasif sebanyak 47 persen (281.000) terjadi di kalangan perempuan dan 28 persen (166.000) terjadi pada anak-anak.
  • •Perokok pasif berisiko terkena kanker paru-paru sebesar 20-30 persen, jantung koroner 25-30 persen, dan jantung koroner akut sebesar 25-35 persen.

 

 Kawasan Bebas Asap Rokok

  • Di beberapa negara banyak studi menyebut pembentukan kawasan bebas merokok meningkatkan kesehatan publik dan membantu perokok berhenti merokok.
  • Sebuah studi terhadap lebih dari 1.800 tempat-tempat umum di 32 negara menemukan tingkat polusi udara di dalam ruangan kawasan besar asarp rokok sebesar 89 persen lebih rendah dibanding tempat publik yang tak termasuk wilayah bebas asap.
  • •Sebuah meta-analisis oleh Institute of Medicine di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa peraturan kawasan bebas asap rokok dapat menekan penyakit jantung koroner akut, seperti miokardial infarkasi (kematian akibat jantung berhenti mendadak).
  • Sebuah laporan Bank Dunia tentang epidemi global tembakau menyimpulkan bahwa larangan merokok secara keseluruhan dapat mengurangi konsumsi tembakau sebesar 4-10 persen.
  • •Sembilan bulan setelah Irlandia memberlakukan aturan kawasan bebas asap rokok pada tahun 2004, 59 persen dari perokok melaporkan bahwa mereka telah mengurangi konsumsi tembakau karena aturan tersebut, 46 persen mengaku bahwa aturan itu membuat mereka punya keinginan lebih kuat berhenti merokok, dan 79 persen responden yang sudah berhenti merokok mengaku terbantu oleh aturan kawasan bebas rokok.

 

Kawasan Bebas Rokok Menguntungkan Secara Ekonomi

  • Kawasan bebas rokok membuat sebuah daerah atau negara mengurangi biaya pengobatan penyakit akibat rokok karena jumlah perokok pasif berkurang drastis.
  • Di Inggris, pengobatan untuk perokok pasif menelan biaya £9,7 juta (Rp 97 triliun) setiap tahun untuk rawat jalan, pengobatan asma £13,6 juta sebagai biaya rawat inap, dan £4 juta untuk obat-obatan asma bagi anak-anak hingga usia 16 tahun.
  • Sebuah kajian komprehensif dari 97 penelitian yang diterbitkan sebelum Agustus 2002 tentang dampak ekonomi kawasan bebas rokok adalah tidak ada nilai tambah secara benefit bagi restoran dan bar yang membebaskan pengunjungnya merokok.
  • •Di Argentina, sebuah studi kawasan bebas rokok di Buenos Aires, Cordoba, Santa Fe, dan Tucuman menyimpulkan tak ada dampak negatif aturan kawasan bebas rokok terhadap bar dan restoran. Di Buenos Aires bahkan aturan itu meningkatkan pendapatan bar dan restoran sebesar 7-10 persen.
  • •The American Society of Heating, Refrigerating, and Air Conditioning Engineers (ASHRAE) atau Perkumpulan Insinyur Bidang Pemanasan, Pendinginan dan Penyejuk Ruangan, suatu  asosiasi profesional terkemuka di bidang ventilasi, menyimpulkan “satu-satunya cara efektif untuk menghilangkan resiko kesehatan yang berhubungan dengan paparan di dalam ruangan tertutup hanya dengan melarang kegiatan merokok.” ASHRAE menemukan bahwa tidak ada satupun pendekatan rekayasa teknis, termasuk teknologi canggih penyempurna ventilasi atau pembersih udara yang ada saat ini yang dapat menekan resiko kesehatan akibat dari paparan asap rokok.
  • •Dokumen perusahaan British American Tobacco (BAT) mengakui bahwa ventilasi dan filtrasi udara tidak efektif dalam menghilangkan asap rokok yang ada di ruangan merokok.

 

Kawasan Tanpa Rokok Kebijakan Populer

 

KTR-antara

Sumber: Antara Jateng

 

  • Di Indonesia, 9 dari 10 orang mendukung larangan merokok di tempat umum dan di tempat kerja yang tertutup. Bahkan 73 persen perokok mendukung kebijakan ini.
  • Di Irlandia yang memberlakukan 100 persen kawasan bebas rokok tingkat nasional pada 2004, 93 persen warganya mendukung kebijakan ini dengan tingkat kepatuhan 95 persen.
  • •Di Kota Meksiko aturan kawasan bebas asap rokok didukung 50 persen warga yang meningkat menjadi 66 persen dalam kurun satu tahun. Tingkat kepatuhannya 95 persen.