1396443299

40% Anak-anak Terpapar Asap Rokok di Rumah Sendiri

Jakarta – Delegasi “The 1st Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) 2014″ menyatakan keprihatinannya terkait rendahnya upaya atau kebijakan pelarangan merokok di tempat-tempat umum di Indonesia.

 

Sebab hal ini berdampak pada lebih dari 92 juta rakyat Indonesia yang bukan perokok terpapar Asap Rokok Orang Lain (AROL). Dari jumlah itu, sekitar 70%-nya adalah anak-anak.

 

Abdilah Ahsan dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia mengatakan, kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebetulnya cukup efektif untuk mengurangi bahaya paparan asap rokok. Namun saat ini dari 500 lebih kabupaten/kota di Indonesia, baru 127 di 32 provinsi yang memiliki Peraturan Daerah (Perda) terkait KTR.

 

“Dengan memberlakukan kebijakan KTR di fasilitas layanan kesehatan, sekolah, tempat ibadah, tempat anak bermain, angkutan umum, tempat bekerja, dan tempat umum yang ditentukan, sebetulnya itu cukup efektif untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok. Hanya saja komitmennya harus lebih ditingkatkan lagi,” kata Abdilah Ahsan di Jakarta, Sabtu (31/5).

 

Selain itu menurut Abdilah, tujuan dari kebijakan KTR ini akan lebih efektif bila para perokok juga tidak menghisap rokoknya di dalam rumah. “Tidak hanya di tempat umum, anak-anak justru banyak terpapar asap rokok di dalam rumah. Sementara anak-anak mempunyai hak khusus untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan yang sehat,” ujar dia.

 

“The Tobacco Atlas 4th Edition 2012″ yang diterbitkan World Lung Foundation juga mencatat, dari sekitar 700 juta anak-anak di dunia, sekitar 40% di antaranya terpapar asap rokok orang lain di dalam rumahnya.

 

Kondisi ini tentu sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Pada bayi yang terpapar asap rokok, baik masih dalam kandungan atau setelah dilahiran, ada peningkatan risiko kelahiran bayi prematur dan memiliki Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) serta berlipat ganda risiko untuk sindrom kematian bayi mendadak.

 

Dihitung berdasarkan anak-anak yang terpapar asap rokok orang lain, terdapat 50-100% risiko untuk terjangkit penyakit sistem pernafasan dan infeksi telinga.

 

Dalam “WHO Report on the global tobacco epidemic” tahun 2009 disebutkan, AROL merupakan asap yang bercampur antara asap dan partikel.

 

Asap ini terdiri dari 7000 senyawa kimia yang bercampur, termasuk di dalamnya ditemukan suatu bahan-bahan yang ada di dalam suatu produk, seperti misalnya cat kuku (aseton), pembersih toilet (ammonia), racun tikus (sianida), pestisida (DDT) dan asap knalpot mobil (karbonmonoksida).

 

Ratusan di antaranya adalah beracun dan sedikitnya 69 di antaranya merupakan penyebab kanker.

 

Penulis: Herman/YUD

 

Sumber:
http://www.beritasatu.com/kesehatan/187227-40-anakanak-terpapar-asap-rokok-di-rumah-sendiri.html

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*