pas_rodli_rokok

Aktivis: Alokasi Pendapatan dari Cukai Rokok Tidak Tepat Sasaran

KBR, Jakarta – Kenaikan cukai rokok harus diimbangi dengan alokasi pemakaian dana secara tepat.

Menurut Anggota Unit Pengendalian Tembakau Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Hasbullah Thabrany, dalam lima tahun terakhir pemerintah sudah bisa menaikkan cukai rokok hingga dua kali lipat.

Namun demikian, selama itu pemerintah mengalokasikan cukai rokok ke sektor yang tidak produktif seperti subsidi BBM. Kata dia, seharusnya pemerintah mengalokasikan pendapatan dari cukai rokok ke sektor kesehatan.

“Tahun ini Rp127 triliun (target cukai rokok) Tapi buat iuran PBI (penerima bantuan iuran, red.) hanya Rp20 triliun. Untuk menjamin orang yang sakit hanya satu per enamnya saja. Ini sangat aneh,” kata Hasbullah Thabrany dalam seminar yang diadakan KBR, Rabu (28/1).

Hasbullah menambahkan, meskipun harga eceran rokok naik akibat kenaikan cukai, namun konsumsi rokok tidak akan langsung menurun. Itu karena pendapatan masyarakat juga meningkat sehingga secara riil, harga rokok tidak naik.

Bahkan kata dia, harga rokok secara riil tidak pernah naik sejak 2007. Tahun ini pemerintah menaikan cukai rokok sebesar 10 persen. Menyikapi kebijakan itu, beberapa produsen telah menaikan harga eceran.

Editor: Anto Sidharta

Sumber:
http://www.portalkbr.com/nusantara/jakarta/3381663_4260.html

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*