Kematian-Perempuan-Perokok-Meningkat

Anak Muda Harus Hidup Sehat Tanpa Rokok

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA — Perokok usia muda semakin meningkat jumlahnya dari tahun ketahun. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan akan melakukan kegiatan preventif promotif dengan menyasar generasi muda.
Tri Mardoyo, Kepala Bidang Promosi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menyebutkan bahwa dari data Riskesdas 2010 menunjukan bahwa DIY memiliki kasus perokok anak dengan usia 5 – 9 tahun sebesar 7,14 persen. Dengan jumlah tersebut DIY menempati posisi keempat dalam jumlah perokok usia 5 – 9 tahun.

 

“Untuk Kota Yogyakarta, kami belum ada datanya. Namun ada kasus yang ditemukan,” kata Tri Mardoyo di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (30/5).
Lebih lanjut, Tri Mardoyo menyebutkan bahwa kecenderungan merokok di kalangan remaja di Indonesia juga meningkat. Di kalangan remaja umur 15 hingga 19 semakin meningkat sebanyak tiga kali lipat dari 7,1 persen menjadi 43,3 persen.

 

Hal tersebut sama dengan hasil Riskesdas 2010 yang menunjukan persentase anak mulai perilaku merokok pada umur 10 hingga 14 tahun adalah 17,5 persen. Tentu hal tersebut sangat mengkhawatirkan, karena generasi muda yang dalam usia dini terpapar produk rembakau beresiko tinggi untuk mengalami gangguan kesehatan.

 

“Dinkes Kota Yogya terus melakukan upaya pengendalian dampak buruk rokok baik itu upaya kuratif, rehabilitatif maupun promotif dan preventif, ” imbuh Tri Mardoyo.

 

Untuk upaya kuratif, Dinkes membuka klinik berhenti merokok yang ada di seluruh puskesmas. Sedangkan untuk preventif promotif Dinkes melakukan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat.

 

Pemberdayaan masyarakat tersebut dilakukan seperti dengan melakukan pengembangan kawasan bebas asap rokok di tingkat RW maupun disarana instansi pemerintah.”Saat ini ada 37 RW yang mendeklarasikan sebagai RW bebas asap rokok. Baik yang dikembangkan oleh Dinas maupun mandiri,” tambahnya.
Pada 2014, Dinkes merencanakan akan ada penguatan RW bebas asap rokok, peningkatan RW bebas asap rokok dan juga deklarasi RW bebas asap rokok. “Selain itu kami akan melakukan kegiatan promotif sosialisasi ke tempat-tempat ibadah di Kota Yogyakarta,” kata Tri Mardoyo.

 

Pada peringatan hari tanpa tembakau 2014, Dinkes akan melakukan kegiatan dengan menyasar pada generasi muda. Seperti dengan melakukan aksi simpatik yang akan diikuti oleh pelajar SMA di Kota Yogyakarta, serta seminar yang diikuti oleh pelajar SMP dan SMA. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat menggugah minat remaja untuk hidup sehat tanpa rokok.

 

“Menyasar generasi muda karena generasi muda juga merupakan sasaran target industri tembakau sedangkan disatu sisi generasi muda adalah aset yang kita jaga,” tutup Tri Mardoyo. (Tribunjogja.com)

 

Sumber:
http://jogja.tribunnews.com/2014/05/31/anak-muda-harus-hidup-sehat-tanpa-rokok/

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*