Rokok-n-anak

Bahaya Asap Rokok bagi Anak

Orang tua perokok terkadang memiliki pikiran, bahwa anaknya akan aman dari asap rokok jika ia merokok di luar rumah atau berada jauh dari anaknya.

Ternyata, pikiran itu tidak benar.
—————————————————–
MENURUT Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Dr Anton Suwindro MKes, meski sedang tidak merokok atau merokok di luar rumah, tetap saja perokok menularkan racun ke anak. Sisa-sisa dari merokok di luar akan menempel dalam rambut, pakaian, dan mulut yang bisa berpindah ke anak.
“Karena tidak peduli dimana pun seseorang merokok, bayi atau anak akan tetap terkena racun dari asap rokok. Racun-racun ini tidak menyehatkan untuk tubuh. Anak kecil sangat rentan terkena dampaknya,” katanya, belum lama ini.
Setiap kali seseorang merokok, maka partikulat beracun dari rokok akan masuk ke dalam rambut dan pakaian orang tersebut. Selain itu, biasanya seorang perokok akan tetap mengembuskan racun dari napasnya selama beberapa menit setelah mematikan rokok.

 

Ketika seorang perokok melakukan kontak dengan bayi atau anaknya, walaupun ia tidak merokok, tetap saja bayi atau anaknya tersebut mendapatkan racun. Atau jika ibu merokok, maka saat menyusui, racun akan ditransfer ke bayinya melalui ASI.

 

Dengan istilah thirdhand ini, menggambarkan jenis kontaminasi asap tembakau atau partikulat rokok yang menetap di permukaan rumah dan melekat di sana meskipun asapnya sudah tidak terlihat.

 

“Anak-anak sangat berisiko terkena partikulat ini karena mereka merangkak dan bermain dengan cara menyentuh atau memasukkan barang apa pun yang ditemui ke dalam mulutnya,” tambahnya.

 

Anak-anak rentan sebagai perokok pasif, lanjutnya, karena terpapar asap perokok. Dr Anton mengungkapkan, anak yang sering terpapar asap rokok berisiko terkena penyakit emfisema, yaitu kerusakan dinding alveolar paru-paru sehingga dapat mengurangi elastisitas dari paru-paru itu sendiri.

 

Anak-anak yang secara rutin terpapar asap tembakau di rumah kemungkinan lebih tinggi terkena masalah paru-paru saat dewasa nanti. Hal lain yang mengejutkan, adalah paru-paru tersebut susah sekali untuk disembuhkan secara total jika anak-anak telah terpapar sejak kecil.

 

 

Saat ini, asap rokok masuk dalam kategori zat karsinogenik golongan A, karena banyaknya penelitian yang menunjukkan bahaya dari asap rokok ini.
“Jadi, jika ada anggota keluarga atau teman yang belum bisa berhenti merokok, maka tetapkanlah kebijakan-kebijakan ketat untuk melarangnya merokok, terutama di tempat-tempat sang anak menghabiskan waktunya. Selain itu, usahakan untuk tidak merokok jika ingin bertemu dengan bayi atau anak kecil,” pungkasnya. (may/ce4)

 

Sumber:
http://sumeks.co.id/metro/plg/kshtn/15725-bahaya-asap-rokok-bagi-anak

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*