rbQMtgJ0X2

Bea Cukai Belum Bisa Hitung Dampak Kemasan Rokok Baru

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 24 Juni 2014, telah menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28. Yaitu, mengenai kemasan bungkus rokok yang harus menggunakan gambar berbaya.

 

Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Agung Kuswandono mengatakan, dampak dari penerapan peraturan tersebut masih belum dapat dipastikan akan berpotensi mengurangi penerimaan cukai rokok atau tidak.

 

“Jadi ya kita tunggu saja pengaruh atau tidak, karena ini baru saja dimulai,” kata dia usai Rakor di Kantor PT Pelindo II, Jakarta, Kamis (26/6/2014).

 

Agung menyebutkan, penerapan UU tersebut memang ditujukan sebagai langkah mengurangi konsumsi terhadap rokok. Akan tetapi, dirinya masih belum mengetahui angka pasti berapa penurunan pendapatan pasca-penerapan peraturan tersebut.

 

“Kalau konsumsinya kurang berarti penerimaannya juga kurang kan, tetapi sekarang kita belum tahu, konsumsinya turun atau tidak,” tambahnya.

 

Menurut Agung, pemerintah masih memberikan pelonggaran terhadap pengusaha yang sudah memasarkan rokok tanpa gambar bahaya dari produksi sebelum diterapkannya peraturan baru. Tidak hanya itu, untuk produksi rokok paska penerapan UU baru tersebut diwajibkan menggunakan kemasan gambar bahaya.

 

“Pasang stiker itu kan untuk yang produksi sejak tanggal 24 Juni kemarin ke depan, itu harus dipakai kemasan yang baru. Yang sudah terjual di pasaran sampai habis itu masih ada karena kan sudah keluar,” tutupnya. (rzy)

 

Sumber:
http://economy.okezone.com/read/2014/06/26/320/1004591/bea-cukai-belum-bisa-hitung-dampak-kemasan-rokok-baru

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*