111833_rokokssss

Belum Terlambat! Generasi Muda Masih Bisa Diselamatkan dari Bahaya Rokok

Jakarta, Perlindungan generasi masa kini dan masa depan dari asap rokok dilakukan melalui sebuah kerangka kerja di tingkat nasional hingga internasional dalam rangka mengurangi prevalensi konsumsi tembakau dan paparan asap rokok secara berkesinambungan.

 

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2008, setiap tahun terdapat hampir dari lima juta orang meninggal akibat penyakit yang berasal dari konsumsi tembakau. Selain itu, yang lebih memprihatinkan hal ini terjadi kebanyakan di negara berkembang.

 

Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) merupakan perjanjian internasional kesehatan-masyarakat pertama bersama 192 negara anggota WHO dan merupakan bukti ilmiah mengenai hak kesehatan bagi semua orang.

 

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 terdapat 34,7% prevalensi merokok di seluruh Indonesia. Bahkan, menurut Global Adults Tobacco Survey (GATS) tahun 2011 sebanyak 67,4% laki-laki Indonesia adalah perokok aktif dan merupakan jumlah perokok tertinggi di dunia.

 

Kondisi yang lebih memprihatinkan juga terjadi pada anak-anak usia sekolah. Menurut data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) tahun 2009 diketahui 20,3% perokok di Indonesia adalah anak usia 13-15 tahun. Sebesar 51,1% anak-anak ini dapat membeli di warung-warung dan tanpa terjadi penolakan.

 

Konsumsi produk tembakau sendiri adalah faktor risiko utama penyakit jantung dan pembuluh darah, berbagai penyakit paru, kanker, gangguan sistem reproduksi serta kematian pada bayi yang merupakan 60% angka penyebab kematian di dunia, menurut data WHO tahun 2008, maupun di Indonesia berdasarkan Riskesdas tahun 2007.

 

“Peringatan berupa gambar yang akan ditetapkan 24 Juni 2014 mendatang memang menjadi tantangan tersendiri untuk memengaruhi orang-orang yang sudah adiktif supaya berhenti, tapi masih banyak orang-orang terutama generasi muda di luar sana yang dapat dihindarkan dari bahaya rokok,” kata Dr Imam B Prasodjo, MA, sosiolog Universitas Indonesia dalam Diskusi ‘Pengendalian Tembakau di Indonesia’ di Menteng, Jakarta, seperti ditulis Jumat (20/6/2014).

 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat, belum semua perusahaan rokok siap untuk menerapkan peringatan bergambar. Dari 672 perusahaan dengan 3.393 merek rokok, baru 41 perusahaan (6,1 persen) dengan 208 merek (6,2 persen) yang sudah mendaftarkan desain kemasan dengan peringatan bergambar.

 

(rdn/up)

 

Sumber:
http://health.detik.com/read/2014/06/20/111644/2614050/763/belum-terlambat-generasi-muda-masih-bisa-diselamatkan-dari-bahaya-rokok?l771108bcj

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*