stop_rokok

Bima Arya Ingin Kepatuhan KTR 80 Persen

Skalanews – Wali Kota Bogor Bima Arya menargetkan tingkat kepatuhan Peraturan Daerah nomor 12 tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok sebesar 80 persen.

 

“Berdasarkan yang disampaikan The Union, tingkat kepatuhan dan penerapan KTR di Kota Bogor sudah bagus dibanding kota wisata yang ada di Indonesia yakni 75 persen. Angka ini akan kita tingkatkan menjadi 80 persen ke depannya,” ujar Bima Arya usai menghadiri audiensi dengan The Union serta NoTC, di ruang tamu Wali Kota Bogor, Senin.

 

Bima menginstruksikan tim pengawas KTR yang terdiri dari Dinas Kesehatan dan NoTC serta dinas terkait lainnya untuk meningkatkan kampanye secara masif terkait bahaya merokok.

 

“Memang diakui merokok saat ini sudah menjadi trend masyarakat kelas menengah. Mereka menganggap merokok di cafe, restoran itu hal biasa, padahal itu sangat tidak baik untuk kesehatan,” ujar Bima.

 

Menurut Bima merokok adalah perilaku tidak sehat dan membahayakan kesehatan dan mematikan.

 

“Kita akan koordinasikan dengan semua pihak terkait agar target kepatuhan KTR di Kota Bogor mencapai 80 persen. Sosialisasi harus lebih dimaksimalkan, begitu juga Tindak pidana ringan dan pengawasan inspeksi mendadak yang melibatkan warga,” ujar Bima.

 

Audiensi yang dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah, tim dari The Union Mr Tara S Bams, anggota dari P3DI DPR RI, Rohadi Budi Prihatin, Ketua NoTC, Acep Suhaemi membahas seputar perkembangan penerapan Perda KTR di Kota Bogor yang telah berjalan empat tahun.

 

Dalam audiensi tersebut Mr Tara S Bams dari The Union memaparkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Bogor dalam menerapkan Perda KTR yang secara resmi diberlakukan pada tahun 2010 lalu.

 

“Kami juga telah melakukan evaluasi dan monitoring tingkat kepatuhan di Kota Bogor, angkanya cukup bagus tetapi belum mencapai 100 persen karena masih banyak kawasan tanpa rokok yang dilanggar oleh perokok seperti di hotel, angkot dan pasar tradisional,” ujar Mr Tara.

 

Tara juga mengklaim tingkat kepatuhan KTR di Kota Bogor terutama di kawasan hotel sudah mulai meningkat bila dibanding kota Bali, Pontianak dan Makassar yang juga menerapkan kawasan tanpa rokok tersebut.

 

“Penerapan KTR ini bukan melarang merokok tetapi melindungi ibu, wanita dan anak dari bahaya asap rokok. Menurunkan angka perokok juga masuk dalam indikator peningkata MDGs karena mengurangi risiko sakit tubercolosis, kanker dan penyakit paru lainnya,” ujar dia.

 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah menyampaikan salah satu kendala dalam penerapan KTR selain di kawasan hotel, juga di pasar tradisional.

 

“Karena kita tidak tahu batasan kawasan tanpa rokok sampai di mana. Ini karena kondisi pertokoan di pasar tradisional kios-kios yang menyebar di luar toko, ini makanya tingkat kepatuhan di pasar tradisional rendah,” ujar Rubaeah.

 

Rubaeah menambahkan, untuk penerapan KTR di angkot, Dinas Kesehatan Kota Bogor telah bekerja sama dengan DLLAJ dengan pemasangan stiker, sosialisasi ke sejumlah supir angkot dan Organda. (ant/mar)

 

Sumber:
http://skalanews.com/berita/detail/176406/Bima-Arya-Ingin-Kepatuhan-KRT-80-Persen

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*