AUSTRALIA-HEALTH-TOBACCO-ADVERTISING

Bungkus Rokok Bergambar Seram Raih Dukungan Pengusaha Ritel

DEPOK – Peraturan Pemerintah (PP) tentang pengendalian tembakau sudah mengatur kebijakan gambar seram pada bungkus rokok. Bahkan secara detail dalam klausulnya juga disebutkan terkait ukuran gambar tersebut.

 

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Bambang Wispriono mengatakan, bahwa payung hukum tersebut sudah jelas dan tegas mengatur kebijakan pengendalian tembakau. Produsen juga diminta untuk mematuhi aturan itu dan tak boleh menentang.

 

Tak hanya produsen, dukungan juga diberikan oleh perusahaan ritel yang menjual produk rokok, salah satunya yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) pemilik jaringan ritel Alfamart yang menanggapi positif terhadap PP Nomor 109 Tahun 2012 mengenai kewajiban mencantumkan pictorial health warning (PHW), atau peringatan bahaya merokok bergambar pada bungkus rokok.

 

General Manager Corporate Communication AMRT Nur Rachman menjelaskan, Alfamart mendukung pemasangan peringatan bergambar seram di bungkus rokok. Pemasangan peringatan bergambar seram memang perlu dilakukan untuk mengedukasi masyarakat soal bahaya rokok.

 

“Kalau kita pasti dukung. Kami melihat kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan tubuh,” jelas Nur Rachman dalam keterangan tertulis , Kamis (3/7/2014).

 

Nur Rachman menambahkan karena dalam masa peralihan, tidak semua produk rokok yang dijual di gerainya sudah memiliki peringatan bergambar. Hal ini dikarenakan bahwa saat ini masih tersedia stok lama yang membutuhkan waktu untuk dijual.

 

“Berdasarkan konfirmasi dari pihak prinsipal produk, rokok dengan kemasan gambar peringatan merokok baru diproduksi mulai 24 Juni 2014, dan pihak principal akan mendistribusikan produk dengan kemasan baru jika produk kemasan lama sudah habis stoknya. Jadi belum semua produk rokok yang dijual sudah memiliki peringatan bergambar,” ungkapnya.

 

Kendati begitu, ia mengatakan bahwa bisa saja pihaknya mengambil tindakan tegas jika memang produsen rokok tidak mematuhi peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Tindakan tegas tersebut bisa berupa pengembalian produk hingga menolak menjual rokok dari perusahaan rokok tersebut.

 

“Kalau memang sengaja tidak mengindahkan peraturan dari pemerintah bisa saja kami tindak. Misalnya produknya dikembalikan. Atau kita tidak bersedia menjual produknya,” tegas Nur Rachman. (rzk)

 

Sumber:
http://economy.okezone.com/read/2014/07/03/320/1007525/bungkus-rokok-bergambar-seram-raih-dukungan-pengusaha-ritel

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*