Cukai

Cukai Rokok tidak Naik Tahun Depan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah memastikan untuk tidak akan menaikan tarif cukai rokok pada 2014.

 

Hal tersebut diputuskan untuk mengurangi dampak negatif terkait industri rokok yang akan dikenakan pajak daerah 10% mulai tahun depan.

 

Demikian informasi itu disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro ketika ditemui di Jakarta, Senin (21/10). Menurutnya, cukai untuk rokok tidak akan dinaikan karena memang sudah akan ada pajak baru yang akan diterapkan terhadap cukai rokok.

 

“Untuk tahun depan, cukai untuk rokok tidak dinaikan karena ada pajak baru yang diterapkan. Tapi kami tak khawatir dengan pendapatan cukai. Ini karena produksi rokok kan bertambah, jadi otomatis ada kenaikan pendapatan. Intinya target pendapatan cukai d APBN 2014 bakal tercapai,” jelas Bambang ketika dikonfirmasi.

 

Sementara itu, Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Susiwijono Moegiarso menjelaskan, kebijakan yang diambil ini sejalan dengan aturan di UU No 28 Thn 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dalam Penjelasan Pasal 29 menurutnya termua tabel ilustrasi tentang skema Tarif Cukai Hasil Tembakau (HT) dari tahun 2011 hingga 2015.

 

“Intinya untuk menjaga keseimbangan beban antara cukai yang harus ditanggung oleh Industri HT dgn kebutuhan fiskal untuk negara, maka dibuat ilustrasi skema tarif cukai. Dimana pada tahun 2014 (awal pengenaan Pajak Rokok) maka tarif cukai HT tidak dinaikkan,” katanya.

 

Berdasarkan target dalam APBN P 2013, target penerimaan cukai tahun ini di patok sebesar Rp 104,7 triliun. Di tahun 2014, target tersebut dinaikan menjadi sebesar Rp 116,2 triliun, atau ada kenaikan sebesar Rp 11,5 triliun. Karenanya selain mengandalkan kenaikan volume rokok, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan menggantinya dengan kenaikan cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).

 

“Kalau tarif cukai HT nggak boleh naik, pasti akan cukup berat ngejar target. Karena 95% penerimaan cukai itu dari rokok. Sedangkan faktor yang paling pengaruh untuk penerimaan hanya ada dua, yakni volume produksi dan kenaikan tarif cukai. Tidak mungkin hanya mengandalkan kenaikan volume,” jelas Susiwijono.

 

Per 13 September 2013 pendapatan cukai mencapai Rp76,3 triliun atau 72,89% dari target APBN-P 2013 sebesar Rp104,7 triliun. Perolehan cukai tersebut seiring dengan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (HT) berdasarkan PMK 179/PMK.011/2012. Dengan beleid tersebut rata-rata kenaikan cukai rokok mencapai sebesar 8.5%, yang mulai berlaku 25 Desember 2012 lalu.

 

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2012 lalu, maka terjadi kenaikan penerimaan cukai sebesar 11,73%.

 

Kendati memastikan akan menaikan cukai MMEA, Ditjen Bea dan Cukai belum bisa menuturkan seberapa besar kenaikan yang akan dilakukan. “Karena untuk HT sudah tidak banyak ruang untuk optimalisasi penerimaan, kami akan fokus ke obyek cukai yang lain, yaitu MMEA. Tapi untuk rencana optimalisasi penerimaan cukai MMEA, masih dibicarakan di BKF (Badan Kebijakan Fiskal kementerian Keuangan),” pungkasnya.

 

Editor: Edwin Tirani

 

Sumber:
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/10/21/2/189534/Cukai-Rokok-tidak-Naik-Tahun-Depan

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*