angkot-dan-pesepeda-motor

Di Angkutan Umum Aja Dilarang Merokok

PERNAH merasa terusik oleh asap rokok di dalam bus sedang atau angkutan kota di Jakarta? Atau, ketika masuk ke angkutan taksi lalu mencium asap rokok?

Bagi banyak orang suasana di angkutan umum seperti itu amat mengganggu. Tak terkecuali ibu sedang hamil atau gadis remaja, asap rokok mengganggu banyak orang.

Saat ini, saya masih sempat menjumpai aksi kepul mengepul asap rokok di angkutan umum. Entah di bus sedang seperti Kopaja, atau angkutan kota alias angkot. Bahkan, mereka yang mengepulkan asap rokok bukan hanya penumpang, tapi juga sang pengemudi. Dahsyat kan?

Padahal, sejak tahun 2005 kita kian dikenalkan dengan aturan yang melarang orang merokok di dalam angkutan umum di Jakarta. Regulasi yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara (Perda PPU) itu juga dilengkapi sanksi yang cukup berat.
Gubernur DKI Jakarta kala itu, Sutiyoso, tampaknya cukup peduli pada nasib pengguna angkutan umum, khususnya dari segi kualitas udara.

Mau tahu sanksinya?

Perda No 2 tahun 2005 itu menegaskan bahwa pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 50 juta. Cukup berat kan?

Oh ya, di Jakarta aturan itu terus dilengkapi. Pada 2005 juga keluar Perda No 75/2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok. Perda ini menegaskan, sasaran kawasan dilarang merokok adalah tempat umum, tempat kerja, tempat proses belajar mengajar, tempat pelayanan kesehatan, arena kegiatan anak-anak, tempat ibadah, dan angkutan umum.

Dalam aturan itu juga dengan tegas dinyatakan bahwa pengemudi dan/atau kondektur wajib memelihara dan meningkatkan kualitas udara yang sehat dan bersih. bebas dari asap atau bau rokok di dalam kendaraannya.

Lima tahun kemudian, pada era Gubernur Fauzi Bowo, keluarlah Peraturan Gubernur (Pergub) No 88/2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur No 75/2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok. Tidak cukup dengan itu, keluar lagi Pergub No 50/2012 tengan Pedoman Pelaksanaan Pembinaan, Pengawasan dan Penegakan Hukum Kawasan Dilarang Merokok.

Perhatian pemerintah daerah tampaknya cukup serius soal larangan merokok di angkutan umum. Aturan ini juga bisa ditafsirkan bahwa sang pengemudi dilarang merokok, terlebih saat mengendarai kendaraannya.

Tak hanya Jakarta, pemerintah daerah (pemda) di sekitarnya juga aktif menggelontorkan aturan serupa. Sebut saja misalnya Pemda Bogor. Pemda Kota Bogor mengatur soal larangan merokok di angkutan umum lewat Perda Kota Bogor No 12 tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Para pelanggar aturan ini bakal diganjar penjara maksimal tiga hari atau denda maksimal Rp 1 juta.

Lalu, Pemerintah Kota Depok. Kota satelit Jakarta ini menelorkan Perda Kota Depok No 16 tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum. Sanksi bagi mereka yang merokok di angkutan umum lebih berat lagi, yakni diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 50 juta.

Lantas, kenapa aturan larangan merokok bagi angkutan umum demikian gencar, sedangkan untuk di kendaraan pribadi seakan tak terdengar?

Padahal, perda-perda yang digelontorkan oleh ketiga pemda tersebut merujuk pada undang undang terkait lalu lintas jalan. Untuk perda yang dikeluarkan pada 2005, disebutkan bahwa salah satu pertimbangannya adalah UU No 14 tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Sedangkan perda yang dikeluarkan setelah 2009, mengaitkannya dengan UU No 22/2009 tentang LLAJ.

Jangan-jangan, para pemda itu hanya mengatur larangan di angkutan umum karena area itu ada di dalam wewenangnya. Maksudnya, angkutan umum berada di zona dinas perhubungan yang merupakan wewenang para pemda. Itu sekadar dugaan semata.

Oh ya, aktifitas merokok saat mengemudi rasanya bisa mengganggu konsentrasi sang pengemudi. Maksudnya, saat asap, apalagi percikan api mengenai tubuh jangan-jangan bisa mengganggu konsentrasi sang pengemudi. (edo rusyanto)

Sumber:
http://edorusyanto.wordpress.com/2014/09/20/di-angkutan-umum-aja-dilarang-merokok/

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*