120505_rokokkkk

Dokter: Polusi Asap Rokok Bikin Kasus Kanker Paru Meningkat

Jakarta, Asap dari kendaraan bermotor memang diketahui menimbulkan bahaya. Penyakit paru obstruktif kronik dan meningkatnya kekambuhan asma merupakan beberapa risiko kesehatan yang mengintai jika sering terpapar polusi kendaraan bermotor.

Namun menurut dokter, ada polusi yang lebih berbahaya daripada asap kendaraan bermotor. dr Frans Abednego Barus, SpP dari RSU Bunda Jakarta mengatakan bahwa polusi udara berupa asap rokok lebih berbahaya karena dapat menyebabkan kanker paru.

“Polusi juga bisa menyebabkan kanker paru, maksudnya di sini karena polusi asap rokok. Polusi asap rokok ini memberikan kontribusi terhadap lingkungan untuk menyebarkan asap rokok ini yang kemudian dihirup oleh perokok sekunder (secondary handed smoker) atau bahasa awamnya perokok pasif,” tutur dr Frans ketika dihubungi detikHealth dan ditulis Kamis (25/12/2014).

Polusi udara akibat asap rokok lebih berbahaya karena dua hal. Yang pertama adalah bagi si perokok. Dalam rokok terdapat kurang lebih 4.000 racun yang dapat menyebabkan kanker, termasuk kanker paru. Yang kedua adalah asap rokok tidak hanya berefek pada si perokok, namun juga kepada orang di sekitarnya.

Di katakan dr Frans bahwa sekarang pasien kanker paru yang berobat ke RS Persahabatan meningkat tajam dalam 10 tahun terakhir. Meski tak menyebut angka pasti, namun menurut pengalaman praktiknya kenaikan yang terjadi bisa 5 kali lipat.

“Kasus untuk kanker paru sendiri di Indonesia sudah sangat meningkat. Paling banyak kasus yang saya tangani karena polusi merokok. Baik perokok sekunder (perokok aktif) maupun perokok primer (perokok aktif),” tandasnya lagi.

Sebelumnya, pakar kesehatan dari RS Paru Persahabatan, dr Agus Dwi Susanto, SpP mengungkap ada sedikitnya 2 alasan mengapa asap rokok lebih banyak mencemari paru-paru daripada asap kendaraan bermotor. Pertama, rokok diisap langsung dari sumbernya dan langsung terhirup ke saluran napas.

Alasan berikutnya adalah paparan asap rokok, yang umumnya rutin. Normalnya, tubuh akan mengeluarkan racun-racun dalam 24 jam. Termasuk racun dari polusi udara. Pada perokok aktif, paparan rokok jauh lebih tinggi dibanding laju pengeluaran racun sehingga terakumulasi.

“Kadar CO dalam udara pernapasan normalnya 1-4 ppm (part per million). Kadar 4-10 ppm menunjukkan seseorang terpapar polusi, atau menjadi perokok pasif. Perokok aktif, pasti di atas 10 ppm,” jelas dr Agus.

Yang tidak kalah penting untuk dicatat, asap rokok terbukti bisa menyebabkan kecanduan. Sejauh ini, belum ada penelitian yang membuktikan adanya kecanduan asap knalpot.

(mrs/ajg)

Sumber:
http://health.detik.com/read/2014/12/25/120324/2787227/763/dokter-polusi-asap-rokok-bikin-kasus-kanker-paru-meningkat

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*