124829_104235_bocahperokokdijambi

Duh, Perokok Usia 10-14 Tahun Naik Jadi 17,9 Persen

Bandung – Ketua Umum Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) Prijo Sidi Pratomo menyatakan khawatir dengan generasi muda saat ini. Pasalnya, angka perokok anak rentang usia 10-14 tahun terus mengalami peningkatan. Hal itu menurutnya mengancam angkatan muda produktif Indonesia di masa yang akan datang.

 

Hal itu disampaikan Prijo saat ditemui dalam kampanye ‘Sudah Waktunya Melek Bahaya Rokok’ di Car Free Day Dago, Jalan Ir Djuanda, Minggu (23/2/2014).

 

“Tahun 2038, Indonesia akan mempunyai bonus demografi yang besar dimana akan ada 68 persen usia produktif pada 2028 nanti. Tapi aset itu kalau tidak dijaga hanya akan sia-sia,” ujar Prijo.

 

Apalagi jika generasi muda usia produktif itu justru tidak produktif sebagaimana mestinya akibat gangguan kesehatan yang dialami. Salah satunya yaitu karena dampak dari merokok. Bahkan menurut catatannya, usia perokok yang berusia anak yaitu 10-14 tahun mengalami peningkatan 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir ini.

 

“Yang merokok pada usia 10 sampai 14 tahun sebelumnya 9 persen, dan sekarang naik menjadi 17,9 persen,” katanya.

 

Ia mengaku khawatir, karena sebelumnya orang-orang baru mulai merokok saat usia produktif lebih khususnya lagi saat mulai bekerja, sehingga efek yang dirasakannya biasanya terjadi setelah tak lagi bekerja.

 

“Kalau sekarang, usia mulai merokoknya makin muda. Berarti nanti ketika mereka di usia produktif, mereka tidak bisa bekerja,” tuturnya.

 

Jumlah perokok di Indonesia saat ini disebutkan Prijo ada sebanyak 67 persen untuk laki-laki dan sekitar 4,5 persen untuk perempuan. Menurutnya, sulit untuk membuat para perokok berhenti, karena itu kampanye bahaya rokok ini menurutnya lebih ditujukan pada mereka yang tidak merokok supaya jangan sampai mencoba merokok.

 

“Promosi rokok di Indonesia mempengaruhi masyarakat khususnya generasi muda agar terjerat dengan kebiasaan merokok. Sudah waktunya masyarakat diingatkan kembali akan risiko kesehatan yang disebabkan oleh merokok, baik perokok aktif maupun perokok pasif,” jelas Prijo.

 

Menurut WHO, jumlah perokok di Indoesia menempati urutan ketiga di dunia yaitu sebanyak 4,8 persen dari 1,3 miliar perokok di dunia dan jumlah tersebut diperkirakan terus mengalami peningkatan.

 

Sumber:
http://news.detik.com/bandung/read/2014/02/23/124453/2505850/486/duh-perokok-usia-10-14-tahun-naik-jadi-179-persen

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*