ganjar-minta-perusahaan-rokok-di-jakarta-pindah-ke-jateng

Ganjar minta perusahaan rokok di Jakarta pindah ke Jateng

Merdeka.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat bicara soal pendapatan pajak di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dia pun yakin, jika dikelola dengan benar, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Tengah bisa naik sampai 200 persen.

 

“Jika melihat potensi, seharusnya bisa meningkat hingga 200 persen. Kalau mau naik jangan tanggung-tanggung, saya maunya bisa 200 persen,” kata Ganjar usai rapat kerja dengan perwakilan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI di Ruang Kerjanya di Lantai 2, Kantor Pemprov Jateng Jl. Pahlawan Kota Semarang Senin (10/2).

 

Menurut dia, pajak bisa saja digenjot jika masyarakat sadar akan pentingnya membayar pajak. Dia menilai, PNS, Polri dan TNI wajib menjadi panutan untuk menyadarkan masyarakat taat membayar pajak.

 

“Kedisiplinan membayar pajak bisa dimulai dari aparatur negara seperti pegawai negeri sipil (PNS) serta anggota TNI dan Polri. Minimal PNS dan TNI Polri dulu lah, baru masyarakat mengikuti semuanya,” tegasnya

 

Politikus asal PDI Perjuangan (PDIP) ini menjelaskan, Jateng memiliki total APBD di Tahun 2014 sebesar Rp 13,9 triliun, atau mengalami kenaikan sekitar Rp 1,3 triliun dari APBD murni 2013 lalu. Dia pun optimis, tahun depan bisa kembali meningkat.

 

“Pemaksimalan potensi pajak ini, APBD kita mendatang bisa jauh lebih besar dari proyeksi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” ungkapnya.

 

Ganjar pun punya ide, untuk menaikkan PAD di Jateng, perusahaan-perusahaan besar asal Jateng yang ada di Jakarta untuk mendirikan perusahaannya di Jateng. Dengan begitu, PAD Jateng juga akan kembali naik.

 

“Salah satu caranya yakni dengan meminta perusahaan-perusahaan besar asal Jateng untuk memindahkan kantor pusatnya dari Jakarta ke wilayah provinsi ini. Banyak kan, ada rokok, jamu, dan batik itu tolonglah, kantornya pindah sini saja,” kata dia.

 

Selain itu, pendapatan pajak yang cukup besar, lanjut dia, bisa diperoleh dengan meningkatan produktivitas pertanian tembakau. Pada 2014 Jateng akan mendapat Rp 1,4 triliun dari cukai tembakau. Ganjar juga akan meminta sebagian dana cukai itu untuk subsidi petani tembakau agar produktivitasnya meningkat.

 

Sumber:
http://www.merdeka.com/peristiwa/ganjar-minta-perusahaan-rokok-di-jakarta-pindah-ke-jateng.html

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*