pamela

Hadiah Untuk Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2014

Peringatan Hari TanpaTembakau Sedunia yang jatuh tanggal 31 Mei ini akan menjadi momentum yang baik untuk mulai berhenti merokok. Menurut The ASEAN Tobacco Control ATLAS, Indonesia merupakan Negara dengan konsumsi rokok tertinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Bahkan di dalam penelitian tersebut juga mengatakan bahwa satu dari tiga pria dewasa mengkonsumsi rokok.Rokok tidak hanya menghantui calon konsumen dewasa saja tetapi juga remaja berusia 13-15 tahun yang notabene merupakan pelajar penerus masa depan bangsa. Bisa dibayangkan jika calon penerus bangsa sudah diracuni dengan bahaya nikotin yang terkandung dalam rokok, mungkin masa depan bangsa ini berada di tangan generasi-generasi tidak sehat.

 
24 Juni 2014 mendatang , tampilan bungkus rokok akan berubah dikarenakan akan ada peringatan bergambar didalamnya. Peraturan lama yang baru bisa dilaksanakan tahun ini menjadi hadiah manis bagi perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Indonesia. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengaman Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, industry rokok berkewajiban untuk mencantumkan peringatan kesehatan berbentuk gambar dan tulisan seluas 40% kemasan depan dan belakang. Peraturan tidak hanya diwajibkan untuk industry rokok besar saja tetapi juga industri-industri kecil yang berada di seluruh Indonesia.

 

Di dalam Permenkes Nomor 28 tahun 2013, akan ada lima jenis varian gambar berbeda yang akan muncul pada setiap bungkus rokok yang dijual di Indonesia. Gambar tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan.“Pemilihan gambar berdasarkan survei, mereka meminta gambar yang seram” jelas Widyastuti Soerojo, Pack Coordinator Southeast Asia Initiative on Tobacco Tax (SITT) Indonesia saat ditanyakan pendapatnya di Jakarta, 29/5.“Peringatan Bergambar pasti akan lebih efektif dibanding hanya dengan tulisan” tambahnya.

 

Peringatan bergambar adalah hak konsumen rokok untuk mengetahui dampak apa saja yang akan mereka rasakan jika terus mengkonsumsi rokok. Tulus Abadi pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesi mengatakan bahwa tujuan dari peringatan bergambar ini adalah agar konsumen mendapat informasi yang jelas, karna hanya dengan tulisan itu tidak informatif, sehingga konsumen tidak dengan jelas tahu apa bahaya rokok. “Di Indonesia mayoritas perokok adalah masyarakat tidak lulus sekolah dasar dan berasal dari rumah tangga miskin, tulisan belum tentu bisa dibaca, kalau dengan gambar kan mereka lebih paham.”

 

Terobosan yang sangat baik yang dilakukan pemerintah ini memang sedikit alot dalam pelaksanaanya. Namun negosiasi pro dan kontra mengenai peringatan bergambar membuahkan hasil yang cukup manis. Hak konsumen untuk mendapat informasi dengan jelas terlindungi walaupun banyak juga pihak yang menganggap bahwa peraturan ini akan merugikan industry rokok dan menurunkan tingkat penjualan rokok sehingga banyak karyawan pabrik rokok yang akan dirugikan.

 

Tulus Abadi menjelaskan, “tidak akan ada pihak yang dirugikan, industri rokok kan industri yang kaya raya, mereka sudah bisa memproduksi bungkus rokok dengan dua warna, setidaknya kuning dan hitam, dengan penambahan peringatan bergambar tidak akan ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan”. “Tidak akan ada pihak yang dirugikan, tambahan gambar itu sama sekali tidak menambah cost” terang Wisyastuti.

 

Penjualan rokok di Indonesia sangat bebas, walaupun rokok merupakan barang kena cukai tetapi konsumen rokok dapat membelinya bersama sembako dan warung-warung pingir jalan. Bahkan rokok dijual secara eceran atau diketeng, sehingga walaupun konsumen tidak memiliki uang yang cukup membeli satu bungkus rokok, dia dapat membelinya satu batang dengan harga yang murah. Miras yang merupakan barang kena cukai dijual secara tidak bebas sehingga masyarakat tidak dengan mudah dapat membelinya dan begitu pula seharusnya dengan rokok.

 

Rokok memiliki zat adiktifsehingga konsumennya susah untuk dapat berhenti mengkonsumsi rokok, hanya dengan niat yang sungguh konsumen rokok bisa menahan dirinya untuk tidak mengkonsumsi rokok lagi, karna jika orang tersebut sudah berniat tidak ada yang bisa menghalangi lagi. Dengan peraturan baru mengenai peringatan bergambar ini diharapkan masyarakat dapat dengan jelas mengetahui dampak buruk jika terus mengkonsumsi rokok sehingga akan ada penurunan jumlah konsumen rokok di Indonesia. Masyarakat Indonesia seharusnya malu jika terus dinobatkan sebagai negara dengan konsumsi rokok ke-3 tertinggi di Indonesia.

 

“Konsumen rokok sebenarnya ingin berhenti merokok walaupun susah tapi dengan niat pasti bisa berhenti, dengan niat dan menganggap ini ibadah, mati pun tidak ada yang bisa menghalangi” tutupTulus Abadi.

 

Artikel Ini ditulis oleh Pamela
Indonesia Bebas Rokok

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*