20140603_075550_daun-tembakau

Harga Tembakau Anjlok Jadi Rp 8 Ribu

TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL – Hujan yang mengguyur wilayah Gunungkidul selama dua hari terakhir berakibat buruk bagi para petani tembakau di Desa Wareng, Wonosari. Minimnya sinar matahari mempengaruhi proses pengeringan sehingga menyebabkan kualitas tembakau menurun.
Salah seorang petani tembakau di Desa Wareng, Sadi, Selasa (15/7), mengatakan, saat ini para petani sedang memasuki musim panen. Seharusnya, daun tembakau yang sudah dipetik dari pohon, dijemur di bawah terik matahari selama dua hari. Namun saat ini kondisi cuaca tidak menentu karena hujan terus turun.
Akibatnya, daun tembakau yang sudah dipanen tidak dapat dikeringkan secara maksimal sehingga kualitasnya menurun. Warna daun tembakau berubah menjadi cokelat kehitaman sehingga kurang diminati pembeli. Hal tersebut juga mempengaruhi harga jual tembakau sehingga sangat merugikan para petani.

 

“Kalau kondisinya bagus, harga tembakau bisa mencapai Rp 40 ribu per kilogram. Tapi akibat hujan yang terus mengguyur selama dua hari terakhir, harganya anjlok menjadi Rp 8 ribu per kilogram,” katanya.

 

Untuk meminimalisir kerugian, kata Sadi, para petani menunda pemetikan daun tembakau sampai tidak turun hujan lagi. Sebab, jika memaksakan panen, kualitas tembakau akan jelek sehingga harganya rendah. “Panennya menunggu hujan tidak turun lagi. Daripada malah merugi, kami pilih menundanya,” ucapnya.

 

Ucapan sama disampaikan petani lain, Kasdi. Menurutnya, di wilayah Desa Wareng terdapat sekitar 25 hektare lahan tanaman tembakau. Hujan yang terus mengguyur selama dua hari terakhir sangat merugikan para petani karena menurunkan kualitas tembakau. “Kalau hujan tidak berhenti, para petani pasti akan pusing. Kualitas tembakau pasti jelek,” katanya.

 

Namun hujan tak hanya menyebabkan penderitaan. Guyuran hujan selama dua hari terakhir memberikan angin segar bagi warga yang tinggal di wilayah kekeringan. Warga bisa menampung air cukup banyak sehingga bisa mencukupi kebutuhan dalam beberpa hari ke depan.

 

Salah seorang warga Dusun Padangan, Desa Girimulyo, Panggang, Riyanto, mengatakan hujan yang turun selama dua hari terakhir ini menghemat pengeluaran warga. Sebab, sebelumnya, untuk mendapatkan air bersih, warga harus membeli dari truk tangki swasta. “Hujan membawa berkah bagi warga di dusun kami,” katanya. (has)

 

Sumber:
http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/07/16/harga-tembakau-anjlok-jadi-rp-8-ribu

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*