kawasan_tanpa_rokok

Hari Tanpa Tembakau (3-Habis)

KONSUMSI tembakau khususnya perilaku merokok aktif di Indonesia terus meningkat. Sementara itu perokok pasif yaitu orang yang tidak merokok tetapi terpaksa mengisap asap rokok dari perokok aktif, antara lain bayi dan anak-anak memiliki tingkat kerentanan tinggi apabila tidak memperoleh perlindungan yang memadai. Pengendalian perokok yang menghasilkan asap rokok yang sangat berbahaya bagi kesehatan baik perokok aktif maupun perokok pasif merupakan hal yang perlu dilakukan. Di antaranya melalui Penetapan Kawasan Sehat Tanpa Rokok (KSTR) sebagai pengamanan bahaya rokok bagi kesehatan.
Hak untuk menghirup udara bersih tanpa paparan asap rokok telah menjadi perhatian dunia. WHO memprediksi penyakit yang berkaitan dengan rokok akan menjadi masalah kesehatan dunia. Dari tiap 10 orang dewasa yang meninggal, 1 orang di antaranya meninggal karena asap rokok.
Menurut data WHO pada 2004, kasus kematian sudah mencapai 5 juta kasus kematian setiap tahunnya serta 70 persen terjadi di negara berkembang, termasuk di dalamnya Asia dan Indonesia. Pada 2025, saat jumlah perokok dunia 650 juta maka akan ada 10 juta kematian per tahun.

 

Rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar, diisap dan atau dihirup termasuk rokok kretek, rokok putih, cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana tabacum, Nicotiana rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan. Sedangkan yang dimaksud dengan merokok adalah kegiatan membakar rokok dan atau mengisap asap rokok.

 

KSTR adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan atau mempromosikan produk tembakau.

 

Penetapan KSTR merupakan upaya perlindungan untuk masyarakat terhadap risiko ancaman gangguan kesehatan karena lingkungan tercemar asap rokok
Tujuan penetapan KSTR adalah :
• Memberikan perlindungan dari bahaya asap rokok bagi perokok aktif dan atau perokok pasif
• Memberikan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat
• Melindungi kesehatan masyarakat secara umum dari dampak buruk merokok baik langsung maupun tidak langsung
• Mewujudkan kualitas udara yang sehat dan bersih, bebas dari asap rokok
• Menurunkan jumlah perokok dan mencegah adanya perokok pemula
• Mewujudkan generasi muda yang sehat
• Mewujudkan produktivitas kerja yang optimal
• Menurunkan angka kesakitan dan atau angka kematian dengan cara mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat

 

Dasar Pertimbangan Perlunya peraturan penerapan KSTR
• Kesehatan merupakan hak asasi manusia
• Pekerja dan karyawan mempunyai hak untuk bekerja di lingkungan yang sehat dan bebas tidak membahayakan
• Anak-anak mempunyai hak khusus untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan yang sehat, salah satunya adalah bebas asap rokok
• Tidak ada batas aman paparan asap rokok orang lain, oleh karena itu 100 persen KSTR merupakan upaya yang efektif untuk melindungi masyarakat
• Amanat UU 36/2009 Pasal 115 Ayat 2, pemerintah daerah wajib menetapkan KSTR

 

Balikpapan telah mempunyai Peraturan Wali Kota Nomor 24 Tahun 2012 diterbitkan pada tanggal 28 Mei 2012 tentang KSTR. KSTR Balikpapan meliputi 8 kawasan yaitu :
1. Tempat-tempat umum
2. Tempat kerja
3. Tempat ibadah
4. Tempat bermain dan atau berkumpul
5. Kendaraan angkutan umum
6. Lingkungan proses belajar mengajar
7. Sarana kesehatan
8. Sarana olahraga

 

Latar belakang penerapan KSTR adalah :
1. Prevalensi perokok di Kaltim adalah 34,8 persen, artinya 65,2 persen penduduk mempunyai risiko menjadi perokok pasif dengan segala dampak buruk kesehatan
2. Telah ditemukannya perokok balita di Balikpapan
3. Lima penyebab kematian tertinggi kematian di Kota Balikpapan pada 2010-2012 adalah karena penyakit yang berhubungan dengan perilaku merokok seperti penyakit darah tinggi, kencing manis, stroke, penyakit jantung, dan tuberkulosa paru
4. Hasil survei dukungan penerapan KSTR di Balikpapan, 81,44 persen responden setuju adanya penerapan KSTR di Balikpapan

 

Langkah kegiatan implementasi KSTR yang telah dilakukan antara lain :
• Sosialisasi berkesinambungan tentang dampak rokok bagi kesehatan dan KSTR di berbagai pertemuan dan komunitas
• Pembentukan Tim Pemantau KSTR Balikpapan
• Pembentukan Duta Sebaya KSTR sebagai Peer educator, dalam menyampaikan bahaya rokok pada komunitas sebayanya yaitu generasi muda
• Pembentukan Komunitas Berhenti Merokok “TRUST”, yaitu suatu komunitas yang anggotanya adalah mantan perokok yang sudah berhenti merokok dan berdedikasi memotivasi perokok aktif untuk berhenti merokok.

 

Penerapan KSTR bukan meniadakan perokok di Balikpapan tetapi mengajak perokok yang masih merokok untuk merokok dengan bijaksana, dalam arti perokok aktif tidak bebas merokok di sembarang tempat dan membagi asap rokok yang sangat berbahaya bagi kesehatan itu pada orang-orang di sekitarnya.

 

Penerapan atau implementasi KSTR merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, baik individu, masyarakat maupun pemerintah. Secara individu, masyarakat dapat ikut bertanggung jawab dengan cara menunjukkan kepedulian dengan berani menyampaikan teguran pada perokok yang merokok di KSTR, sampaikan dengan kasih, ucapkan terima untuk tidak merokok di area KSTR, dan sampaikan juga bahwa merokok berbahaya untuk kesehatan, imbau perokok untuk mulai memikirkan berhenti merokok.

 

KSTR merupakan upaya yang efektif untuk melindungi masyarakat dari risiko asap rokok orang lain/sebagai perokok pasif, di mana implementasi dan monitoring pelaksanaan/kepatuhan serta keberhasilannya merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, baik individu, masyarakat dan pemerintah. Juga diperlukan adanya payung hukum berupa Peraturan Daerah yang mengatur tentang KSTR di Balikpapan.

 

IMBAUAN

 

Ayo para perokok aktif, buat keputusan untuk berhenti merokok sekarang juga. Stop merokok sekarang, selamatkan nyawa, selamatkan uang. Tanggal 31 Mei merupakan peringatan Hari Tanpa Rokok Sedunia/World no Tobacco Day, merupakan momentum yang tepat untuk stop merokok dan jangan pernah kembali merokok, dengan motivasi yang kuat, berhenti merokok bukanlah hal yang mustahil dan memberikan dampak positif bagi perokok dan orang di sekitar Anda. (far/k9)

 

Sumber tulisan:

• Kementerian Kesehatan RI
• WHO
• TIM KSTR Balikpapan

 

(*) Sekretaris Tim Pemantau Kawasan Sehat Tanpa Rokok Balikpapan. Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.

 

Sumber:
http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/76803/hari-tanpa-tembakau-3-habis.html

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*