image

Hati-hati Merokok di Sembarang Tempat! Ketahuan, Bisa Didenda Rp 200 Juta

BONTANG. Kesadaran masyarakat khususnya para perokok berat, ternyata belum teruji di Bontang. Meski telah diberlakukan Peraturan Daerah (Perda) No 5 Tahun 2012 Bontang tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok sejak Juni 2013 lalu, masih banyak ditemukan perokok dengan bebas mengabaikan aturannya.

 

Mereka tetap leluasa merokok di sembarang tempat. Misalkan di kawasan tertutup dan ramai dikunjungi orang, di dalam angkutan umum, tempat-tempat khusus arena permainan anak-anak, arena olahraga, rumah sakit hingga tempat pelayanan umum lainnya. Padahal, sesuai Perda, yang dibuat anggota DPRD Bontang ini, dalam pasal 5 ayat 1, jelas dan tegas disebutkan kawasan-kawasan di atas bebas asap rokok. Bahkan Perda bebas asap rokok itu juga telah diperkuat Pemkot melalui Dinas Kesehatan lewat surat edarannya tentang kawasan bebas asap rokok. “Inipun tak dapat kita pungkiri masih ada masyarakat yang belum memahaminya. Tapi dengan adanya surat edaran ini, kita berharap dapat mewujudkan Bontang yang nyaman serta memberikan hak masyarakat dalam menikmati kualitas udara lebih baik lagi. Dan saya sudah menerima surat edaran kawasan bebas asap rokok itu,” terang Sekretaris Kota (Sekkot) Bontang, Asmudin Hamzah.

 

Kata dia, dengan adanya surat edaran itu diharapkan bisa memberikan perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat, baik individu maupun lingkungan atas bahaya asap rokok bagi perokok aktif maupun pasif. “Dalam hal ini Pemkot yang menjadi pelaksana teknis di lapangan sesuai aturan. Apalagi ini nantinya tetap mendapat pengawasan ketat dari DPRD. Karena itulah, untuk tetap mengingatkan kepada masyarakat, sosialisasi tentang pemberlakuan Perda ini terus digalakkan di masyarakat,” ujarnya.

 

Ditambahkannya, pada Pasal 5 ayat 1 dalam Perda No 5 Tahun 2012, bukan hanya kawasan tertentu yang dilarang merokok, melainkan setiap orang di kawasan yang diatur dalam Perda tersebut tidak diizinkan melakukan kegiatan promosi rokok. Dalam Perda itu, juga diatur tentang tempat khusus merokok yang telah disiapkan sesuai dengan pasal 6 ayat 3.

 

Terpisah, Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD Bontang, Ubayya Bengawan mengatakan, DPRD tetap bertindak sebagai pengawas pelaksanaan Perda No 5 Tahun 2012 ini, tanpa ikut campur dalam pelaksanaan teknis di lapangan. “Jadi silakan Pemkot melalui SKPD terkait untuk melaksanakannya. Kami di DPRD tetap melakukan pengawasan, sejauh mana Pemkot memberdayakan Perda yang sudah dibuat ini,” tandas Ubayya.

 

Dijelaskannya, jika aturan ini diberlakukan, masyarakat yang merokok tidak lagi diizinkan bebas merokok di sembarang tempat. Dan jika tetap nekat dan melanggar aturannya, si perokok itupun dikenakan denda sebesar Rp 200 ribu. “Diberlakukannya Perda ini tak lain meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri. Begitu juga dengan masalah lingkungan supaya tetap terjaga,” tandasnya. (im/yes)

 

Sumber:
http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/15/5935

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*