1405032000

Hilangkan Ayat Tembakau, Ribka Dinilai Tak Layak Jadi Menteri Kesehatan

Jakarta – Usulan untuk menjadikan Ribka Tjiptaning sebagai Menteri Kesehatan ditentang oleh sejumlah pihak. Salah satunya oleh Komisi Nasional Pengendalian Tembakau. Hakim Sorimuda Pohan, pengurus Komisi tersebut, mengatakan Ribka sama sekali tak layak untuk menduduki kursi Menteri Kesehatan.

 

“Secara moral telah melakukan kejahatan konstitusional. Tapi kepolisian kesulitan menggolongkan ini pemidanaan apa, pemalsuan juga bukan, tapi saya sebut kejahatan konstitusional,” kata Hakim ketika dihubungi, Kamis (31/7).

 

Nama Ribka mencuat sebagai kandidat menteri kesehatan dalam kuesioner Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR) Joko Widodo, bersama Prof Dr Fasli Jalal dan Prof dr Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD.

 

Di mata Hakim, Ribka tak pantas menjadi Menteri Kesehatan lantaran pernah melakukan kejahatan konstitusional berupa menghilangkan salah satu ayat tembakau dalam Undang-Undang Kesehatan.

 

Ayat yang dihilangkan itu adalah ayat (2) dalam Pasal 113 yang menyatakan tembakau sebagai zat adiktif, berbahaya, dan harus dikendalikan.

 

Menurut Hakim, Ribka dengan sengaja telah memerintahkan agar ayat tersebut dihilangkan.

 

Ketidaklayakan Ribka untuk menduduki posisi Menteri kesehatan bukan hanya dikarenakan pernah melakukan kejahatan konstitusional. Namun, Ribka juga dinilai tidak mempunyai pengetahuan yang mumpuni dalam bidang kesehatan.

 

“Ya memang dia tamatan dokter, tapi cuma tamat dokter, tidak ada memperdalam ilmu tertentu, misalnya manajemen rumah sakit,” beber Hakim.

 

Hakim berpendapat masih banyak orang lain yang layak untuk ditunjuk sebagai Menteri kesehatan. Misalnya saja para guru besar di bidang kesehatan masyarakat atau penanggulangan penyakit.

 

Penulis: Rizky Amelia/FMB

 

Sumber:
http://www.beritasatu.com/politik/199997-hilangkan-ayat-tembakau-ribka-dinilai-tak-layak-jadi-menteri-kesehatan.html

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*