111332_085440_perokokpasif

Ini Dia Dampak Rokok Bagi Ibu dan Anak Versi Bupati Kulonprogo

Yogyakarta – Karena sudah kecanduan, para perokok tak ambil pusing bila ada yang terganggu dengan aktivitasnya. Apalagi menurut Ketua Aliansi Bupati dan Walikota yang menerapkan KTR, dr Hasto Wardoyo, SpOG(K), dampak terburuk dari rokok tidak dirasakan oleh si perokok.

“Jadi asap rokok itu ada dua macam, side stream smoke dan main stream smoke. Nah yang bahaya itu main stream smoke. Itu kalau rokoknya ditaruh di asbak dan dia keluar asapnya sendiri, tidak dihirup oleh perokoknya. Tapi dihirup oleh orang-orang yang ada di ruangan itu,” ungkapnya.

Mengapa disebut berbahaya? Rokok yang belum dihisap masih mengandung bahan kimiawi berbahaya dalam jumlah besar. dr Hasto menyebutkan rokok yang belum dihisap mempunyai kandungan seperti nikotin dua kali lipat, aseton 2,5 kali lipat, benzene 10 kali lipat, karbonmonoksida lima kali lipat dari rokok yang sudah dihisap.

“Jadi kalau sudah disedot, asapnya atau yang kita sebut dengan side stream smoke ini tidak begitu berbahaya, karena racunnya telah dihirup oleh si perokok sendiri,” tuturnya.

Tak hanya itu, dr Hasto mengatakan wanita dan anak-anak jauh lebih banyak merasakan dampak buruk dari rokok ketimbang si perokok. Dampak apa saja yang dimaksud? Simak paparannya seperti dirangkum detikHealth, Kamis (23/10/2014).

 

1. Anemia

dr Hasto mengungkapkan di kabupatennya, angka penderita anemia pada anak-anak dan remaja di sekolah menengah mencapai angka 17,5 persen. Padahal di setiap rumah tangga di Kulon Progo, rata-rata ada satu orang yang aktif mengepulkan asap rokoknya.

“Anemi itu kan nggak bisa mengikat oksigen dengan baik. Jadi kalau terpapar asap rokok, CO2 (karbondioksida)-nya berkompetisi dengan oksigen yang ada di udara, tapi yang menang pasti karbondioksidanya. Selain itu karbondioksida ini kan lebih mengikat ke darah, sehingga otak anemi jadi kekurangan oksigen. Akibatnya mereka jadi ngantukan,” terang dokter spesialis kandungan tersebut.

Hal ini dikhawatirkan mengurangi performa dan prestasi sekolah anak-anak di Kulon Progo.

 

2. Serangan jantung

Para wanita yang mengonsumsi pil KB kemudian sering terpapar asap rokok dari suaminya, maka ia berisiko tinggi untuk terkena serangan jantung koroner.

“Apalagi usianya telah mencapai lebih dari 35 tahun. Ini masuk high risk (berisiko tinggi) untuk gangguan kardiovaskular”, imbuh dr Hasto.

 

3. Kanker

Main stream smoke juga dikatakan dr Hasto dapat memicu 40-an jenis kanker. Baik yang menyerang perokok sendiri, namun juga perokok pasif di sekitarnya, misal istrinya.

“Ingat tadi ada main stream smoke, perempuan-perempuan ini kasihan, tidak merokok tapi karena terpapar sehingga berisiko terkena kanker mulut rahim. Tak lain karena oksigenasi yang kuat tadi. Begitu juga dengan kanker kandung kemih dan kanker lainnya,” paparnya.

 

4. Menopause

“Wanita-wanita yang sering menghirup rokok suaminya rata-rata akan dua tahun lebih cepat menopause, apalagi bila tubuhnya kurus,” tegas dr Hasto.

Hal ini karena rokok mengeluarkan PAH atau Polycyclic Aromatic Hydrocarbons, yang dapat mengganggu proses aromatisasi hormon estrogen di dalam tubuh wanita sehingga mereka jadi cepat kehabisan estrogen. Pada akhirnya, masa menopause pun cepat datang.

 

5. Osteoporosis

Bila terkena paparan asap rokok, wanita kurus tak hanya cepat memasuki masa menopause, tapi tulangnya juga lebih mudah patah atau keropos.

Gejala lain yang muncul adalah hot flashes. Menurut dr Hasto, wanita usia paruh baya yang suaminya merokok maka ia akan lebih sering merasakan gerah dan panas, terutama di bagian perut ke atas atau biasa disebut dengan hot flashes.

“Ini juga gejala menopause. Jadi kalau sudah usia di atas 50 tapi suami tetap merokok, di rumah pula, maka istrinya ya cepat menopause dan tulangnya cepat keropos,” ungkapnya.

 

6. Susah punya anak dan mandul

Sebagai dokter spesialis kandungan, dr Hasto banyak menemui pasien yang kesulitan untuk memperoleh keturunan dan mandul karena salah satu pasangan mempunyai kebiasaan menghisap rokok.

“Ya saya bilang kalau suaminya merokok, gimana mau punya anak. Karena spermanya juga menurun kualitasnya. Suami harus berhenti dulu merokoknya kalau pengen punya anak,” katanya.

dr Hasto juga mengutarakan kisah salah seorang pasiennya yang telah lama menanti momongan namun tak kunjung berhasil. Ia melihat wajah si pasien dipenuhi jerawat serta bulu di kulitnya lebih tebal dari wanita pada umumnya. Si pasien juga mengeluh jarang menstruasi.

Setelah dicek ternyata sel telur di dalam indung telurnya kecil-kecil dan banyak namun tak ada satupun yang berkembang. Menurut dr Hasto, ini adalah gangguan yang disebut polycystic ovary syndrome (PCOS), dan menyulitkan seorang wanita untuk bisa mengandung.

“Pasien ini akhirnya saya suruh berhenti merokok dan saya suruh olahraga secukupnya saja, kemudian akhirnya mensnya keluar dan sekarang sudah hamil,” ujarnya.

 

7. Cacat lahir

Gangguan cacat pada bayi karena terpapar rokok itu bisa terjadi sebelum 8 minggu sejak pembuahan.

“Orangnya sendiri belum paham kalau hamil, karena ini baru telat satu bulan. Padahal di usia kehamilan 8 minggu ini, sebagian besar organ penting pada si bayi ini sudah terbentuk seperti tangan, kaki, jantung. Jangan heran kalau suami tetap merokok ketika istrinya baru telat satu bulan trus lahir anaknya cacat,” paparnya.

 

Sumber:
http://health.detik.com/read/2014/10/23/111217/2727445/763/1/ini-dia-dampak-rokok-bagi-ibu-dan-anak-versi-bupati-kulonprogo

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*