Target Saham Rokok

Inilah Target Harga Saham-saham Rokok

INILAH.COM, Jakarta – Iklan anti-rokok kian gencar dikumandangkan melalui baliho dan iklan televisi. Bagaimana pengaruhnya terhadap laju saham-saham di sektor ini dan berapa target harganya?

 

Pada perdagangan Senin (13/1/2014) saham PT Gudang Garam (GGRM) menguat Rp100 (0,23%) ke Rp42.600; PT HM Sampoerna (HMSP) naik Rp500 (0,81%) ke Rp61.500; PT Bentoel International Investama (RMBA) stagnan di Rp475 dan PT Wismilak Inti Makmur (WIIM) naik Rp15 (2,30%) ke Rp665 per saham.

 

Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, research analyst dari PT Reliance Securities menilai, secara umum, saham-saham di sektor rokok kurang menarik. “Hanya beberapa saham yang menunjukkan pergerakan yang menarik secara teknikal seperti saham WIIM dan HMSP,” katanya kepada INILAH.COM.

 

Dari sentimen fundamental, kata dia, gencarnya iklan anti rokok, ‘Peringatan: Merokok Membunuhmu!’ cukup menakut-nakuti konsumen. “Besar kemungkinan bisa mengurangi penjualan mereka. Tapi, bagi yang sudah kecanduan rokok, iklan apapun tidak akan mempan. Untuk pembeli baru, mungkin sedikit berpengaruh,” ujarnya. Secara rinci, Lanjar memberikan penjelasan teknikal berikut:

1. PT Gudang Garam (GGRM)

Secara teknikal, saham PT Gudang Garam (GGRM) terlihat masih uptrend untuk jangka menengah karena belum ada konfirmasi penembusan level Rp38.000 yang membuatnya berubah menjadi downtrend. Target penguatan jangka menengah ke Rp42.500 karena sudah berada di area channeling-nya.

 

Hanya saja, untuk jangka pendek, saham ini masih konsolidasi karena indikator stochastic menunjukkan bearish. Karena itu, GGRM untuk jangka pendek bisa melanjutkan penurunan hingga support di Rp41.525.

 

Jika melihat grafik mingguan pekan lalu, GGRM membentuk pola bearish harami yang juga mengindikasikan penurunan. Meskipun, untuk jangka menengah,1-3 bulan masih uptrend. Jadi, sebelum naik akan turun terlebih dahulu.

 

Untuk mingguan, GGRM punya potensi pelemahan hingga Rp40.000. Apalagi, secara stochastic sudah deadcross di area overbought. Karena itu, bagi yang masih punya saham GGRM saya rekomendasikan jual terlebih dahulu. Jika sudah terkoreksi, baru bisa beli lagi di Rp41.000 untuk harian dan di Rp40.000 untuk masuk dengan target jangka menengah.

 

 

2. PT HM Sampoerna (HMSP)

Untuk jangka pendek, PT HM Sampoerna (HMSP) menunjukkan pola pergerakan yang positif, tweezers bottom yang mengindikasikan penguatan lebih lanjut pada perdagangan berikutnya. Untuk sepekan ke depan pun, saham ini berbotensi rebound. Sebab, stochastic-nya mengindikasikan akan adanya kenaikan dari area oversold (jenuh jual).

 

Untuk mingguan, support HMSP berada di level Rp59.700. Harga sekarang masih dekat support yang mengindikasikan saham ini masih murah. Karena itu, bisa mulai dikoleksi dengan target jangka pendek ke Rp61.800 dan target jangka menengah Rp70.000.

 

Hanya saja, HMSP kurang likuid sehingga pemodal harus benar-benar mengerti investasi. Dilihat dari chart-nya, juta kurang mendukung untuk trading harian. Akan tetapi, untuk grafik mingguan sangat mendukung sehingga cocok untuk dikempit agak lama dengan target jual di Rp70.000 karena harganya saat ini masih terhitung murah. Karena awal pekan menguat, HMSP bisa melanjutkan penguatan dan target Rp70 ribu bisa dicapai dalam sebulan atau 4-5 candle.

 

Untuk harian, trading buy HMSP. Jika Senin (13/1/2014) bisa menguat dan menembus Moving Average (MA) 25 hari di Rp61.600, akumulasi.

 

 

3. PT Bentoel International Investama (RMBA)

RMBA untuk harian terlihat kurang likuid. Penurunannya pekan lalu cukup signifikan dan belum terkonfirmasi di level mana akan berakhir. Karena itu, besar peluang bagi RMBA untuk meneruskan penurunannya. Pekan lalu, RMBA sudah menembus support Rp530 yang menjadi sinyal negatif untuk jangka menengah. Saham ini berisiko turun ke Rp425. Saya sarankan hindari dulu saham ini sambil menunggu sinyal lebih lanjut. RMBA kurang menarik setelah turun drastis pekan lalu.

 

 

4. PT Wismilak Inti Makmur (WIIM)

Dalam tiga hari terakhir di pekan lalu, saham WIIM terlihat rebound setelah membentuk bullish meeting line dan Jumat (10/1/2014) berhasil menembus MA7-nya. Saham ini berpeluang coba melanjutkan penguatan hingga target MA25 di kisaran Rp680. Jika masih terus menguat, target berikutnya bisa ke Rp725.

 

Saya rekomendasikan beli di Rp640. Sebab, candle mingguannya masih terlihat bagus, karena membentuk pola hammer yang mengindikasikan pembalikan arah menguat, reversal. Stochastic-nya juga bagus terlihat bergerak menuju area overbought setelah dua pekan lalu alami golden cross. Meski jenuh jual untuk mingguan, tapi untuk jangka menengah masih oversold (jenuh jual) sehingga masih punya ruang untuk menguat.

 

Meski untuk jangka panjang terlihat bearish, saham ini sudah berada di bottom sehingga berpeluang rebound untuk jangka panjang. Di sisi lain, support WIIM yang perlu diperhatikan adalah Rp625. Jika turun mendekati support tersebut, hati-hati. Jika tembus, jual dan jika mantul lebih bagus, jangan jual. [jin]

 

Sumber :
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2064226/inilah-target-harga-saham-saham-rokok#.UtvvCCIxVH0

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*