BPJS

Iuran BPJS Tak Lebih dari Harga 1 Bungkus Rokok

JAKARTA – PT Jamsostek (Persero) akan bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di awal tahun 2014. Perseroan menawarkan iuran yang cukup terjangkau bagi pekerja informal.

 

Direktur Kepesertaan Jamsostek, Junaedi mengatakan, golongan pekerja informal terdiri dari pedagang, buruh bangunan, supir, nelayan, tukang ojek, tukang becak dan lainnya dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

 

“Iuran kesehatan bagi pekerja informal akan sama dengan harga satu bungkus rokok, bahkan iuran jaminan kematian setara dengan biaya parkir,” ungkap Junaedi di Pondok Pesantren (PonPes) Internasional Jagat Arsy, Tangerang Selatan, Minggu (15/12/2013).

 

Junaedi memaparkan, peserta pekerja informal dapat memilih program jaminan kecelakaan kerja dengan iuran satu persen dari gaji yang dilaporkan. Sedangkan program jaminan hari tua, pekerja informal diwajibkan menyetor dua persen dari penghasilan.

 

“Program lain, jaminan kematian dengan premi sebesar 0,3 persen dari gaji, serta jaminan kesehatan sebesar tiga persen untuk lajang dan enam persen bagi keluarga. Kami menanggung suami, istri dan tiga orang anak,” ucapnya.

 

Kendati demikan, pihaknya hanya memberikan perlindungan kesehatan sampai dengan batas waktu 31 Desember 2013 mengingat program ini akan masuk dalam BPJS Kesehatan yang juga dimulai pada awal tahun depan.

 

“Ini merupakan program-program Jamsostek. Tapi program tersebut akan mengikuti ketika beralih ke BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.

 

Untuk menetapkan standar perhitungan premi yang didasarkan pada rata-rata Upah Minimum Provinsi (UMP) di daerah masing-masing. “Misalnya range upah Rp1 juta-Rp3 juta per bulan, tapi diambil rata-rata UMP contohnya di Tangerang Rp1,5 juta lalu tinggal dikalikan presentasi program jaminan,” tutupnya. (wdi)

 

Sumber:
http://economy.okezone.com/read/2013/12/15/457/912584/iuran-bpjs-tak-lebih-dari-harga-1-bungkus-rokok

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*