index4

Jangan Ragu Jatuhkan Sanksi ke Mal yang Langgar KTR

JAKARTA (Pos Kota) – Aturan kawasan tanpa rokok (KTR) ternyata belum sepenuhnya dipatuhi pemilik hotel, restoran, gedung perkantoran, dan mal-mal di Jakarta. Terbukti, hingga kini masih banyak perokok yang merokok seenaknya meski di sampingnya terpampang tulisan kawasan tanpa rokok.

 

“Saatnya masyarakat berani untuk menegur para perokok yang merokok tidak pada tempatnya,” ujar Direktur Eksekutif Swisscontact Indonesia Foundation, Dollaris Riauaty Suhadi.

 

Padahal pembatasan ruang merokok, sesungguhnya bertujuan untuk melindungi mereka yang tidak merokok. Terutama bayi dan anak-anak serta ibu hamil.

 

Menurutnya bayi dan anak-anak yang berada pada area no-smoking, kondisinya sama terancam dengan para perokok yang duduk di area smoking. Mereka mendapatkan paparan asap sama bahayanya dengan peorkok aktif.

 

“Kita mesti melindungi bayi dan anak-anak, keluarga, dan orang-orang yang kita sayangi,” sambungnya.

 

HASIL PENGUKURAN

 

Hasil pengukuran yang dilakukan Swisscontact selama tiga bulan di 37 lokasi hotel, restoran, mal dan gedung perkantoran di Jakarta, terutama kelas atas dan menengah, menunjukkan kadar rata-rata asap rokok 239,5 mikrometer per meter kubik. Jumlah ini hampir 10 kali lipat ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO).

 

“Kami memantau bahwa kegiatan merokok terpantau di seluruh mal kelas menengah dan atas. Artinya, tidak ada mal saat ini yang 100 persen smoke-free,” kata Dollaris

 

Kondisi serupa juga dijumpai di hotel meski kadarnya masih sedikit lebih rendah dibanding mal dengan kadar rata-ratanya mencapai 165,3 mikrometer per meter kubik. Sementara di restoran kadar asapnya lebih buruk hingga mencapai 187,6 mikrometer per meter kubik atau hampir sama dengan di area merokok yang mencapai 194,6 mikrometer per meter kubik.

 

“Pemprov DKI jangan ragu lagi menerapkan sanksi, karena Pak Basuki (wagub, red) telah memerintahkan penegakan hukum kawasan dilarang merokok. Dan ini harus ada tindak lanjutnya, karena kondisinya sudah mengkhawatirkan atau lampu merah untuk ditangani segera,” pungkasnya. (inung/bu/o)

 

Sumber:

http://www.poskotanews.com/2013/12/09/jangan-ragu-jatuhkan-sanksi-ke-mal-yang-langgar-ktr/

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*