8MvqO8YHZ8

Kalsel Raup Rp70 Miliar dari Pajak Rokok, Kerugian Kesehatan Rp100 Miliar

Metrotvnews.com, Banjarmasin: Kalimantan Selatan meraup pendapatan Rp70 miliar dari pajak rokok yang mulai diterapkan sepanjang 2014. Namun kerugian berupa gangguan kesehatan akibat pengaruh rokok ini diperkirakan lebih dari Rp100
miliar.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Rusdiansyah dalam sosialisasi Peraturan Gubernur tentang kawasan tanpa rokok di lingkungan dinas dan instansi Pemprov, Kamis (2/10) di Banjarmasin.

“Pendapatan dari pajak rokok ini cukup besar, tetapi kerugian akibat rokok ini jauh lebih besar,” tuturnya.

Menurut catatan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kalsel, perolehan dari pajak rokok diperkirakan mencapai Rp140 miliar pertahun. Dari jumlah itu, Kalsel mendapatkan 50 persen atau Rp70 miliar yang menjadi pendapatan daerah.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan, menyebutkan prevalensi perokok di Kalsel mencapai 30,5 persen, hampir sama dengan angka nasional sebesar 34,7 persen. Ada sekitar 18.000 perokok anak usia 5-9 tahun.

Kalsel juga menduduki peringkat kedua setelah Provinsi Bangka Belitung dalam hal jumlah rata-rata penduduk yang merokok lebih dari 30 batang per hari. Di Kalsel, rata-rata penduduk yang merokok lebih 30 batang per hari mencapai 7,9 persen.

Sementara, kerugian akibat pengaruh rokok ini pertahunnya diperkirakan lebih Rp100 miliar. Gubernur Kalsel Rudy Ariffin telah menerbitkan Pergub No 018/2014 tentang pengaturan kawasan tanpa rokok di lingkungan Pemprov Kalsel.

Bahkan, Pemprov Kalsel mensyaratkan para perokok tidak mendapatkan jaminan kesehatan karena dinilai berperilaku buruk. Ironisnya mayoritas perokok di Kalsel berasal dari kelompok warga miskin.

Dana yang dikeluarkan keluarga miskin untuk membeli rokok, justru lebih besar dari biaya untuk membeli pangan dan kebutuhan lainnya. Sejauh ini pemerintah daerah telah menetapkan sejumlah kawasan tanpa rokok seperti perkantoran, fasilitas umum seperti mal, tempat parkir, dan ruang terbuka termasuk rumah sakit.

Pemda menyediakan tempat atau bilik khusus bagi perokok guna mengurangi resiko gangguan kesehatan bagi warga yang tidak merokok atau perokok pasif. (Denny S)
ADF

Sumber:
http://news.metrotvnews.com/read/2014/10/02/299760/kalsel-raup-rp70-miliar-dari-pajak-rokok-kerugian-kesehatan-rp100-miliar

2 Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

*

*

  • Kiki
    6 October 2014 at 22:56 - Reply

    Sebagai warga kalsel saya sama sekali tidak merasakan dampak perda ini. Angkutan umum, rumah sakit, apalagi taman bermain masih penuh asap rokok. Media promosi rokok melebihi setengah media yg ada. Warung2 kecil hampir semuanya memakai papan nama dari sponsor rokok. Dan petugas kesehatanpun tak peduli ditempatnya bekerja ada yg mengebulkan asap rokok! Tolong pak gubernur, tak ada pabrik rokok, tak ada perkebunan tembakau disini, tapi kenapa warga kita yang harus terlilit candu rokok?

    • Antis Leira
      8 October 2014 at 21:22 - Reply

      Info menarik…