bunderanhi

Kawasan Dilarang Merokok Pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor

“Hari Bebas Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat HBKB adalah hari dimana pada suatu periode waktu tertentu kendaraan bermotor (kecuali bus Trans Jakarta yang menggunakan bahan bakar gas) tidak boleh melintasi kawasan/ruas jalan yang sudah ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan HBKB, dimana pada pelaksanaan HBKB tersebut terdapat 3 (tiga) kegiatan utama yang dilaksanakan yaitu penutupan jalan, pengukuran kualitas udara dan kegiatan penunjang lainnya.” (Pergub 12 Tahun 2016)

Jelas sekali terlihat bahwa HBKB diadakan dalam upaya pemerintah mengurangi emisi gas buang dan pencemaran udara kendaraan bermotor. HBKB yang diadakan pada setiap hari minggu ini dalam perkembangannya menjadi semacam gaya hidup bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Gaya hidup sehat tanpa kendaraan bermotor serta bersosialisasi sambil berolah raga.

Namun ada hal yang mengganjal dari HBKB ini. Disaat pemerintah mau mengurangi emisi gas buang dan pencemaran, di lain sisi masih banyak orang-orang yang merokok di sepanjang kawasan HBKB. Pemandangan ini merupakan suatu hal yang ironis yang terjadi di depan mata kita. Padahal seperti yang kita lihat bersama begitu banyak anak-anak dan wanita yang mengikuti acara HBKB tersebut.

Melihat fenomena tersebut Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) melakukan survey kepada warga yang sedang mengikuti acara HBKB tersebut. Survey tersebut kami lakukan pada tanggal 27 November 2016 ini telah menjaring 678 responden baik dari perokok maupun non perokok dengan hasil sebagai berikut:

  • 95% responden setuju jika ada peraturan mengenai HBKB yang bebas dari asap rokok.
  • 94% responden setuju jika HBKB bebas dari asap rokok.
  • 94% responden akan tetap menghadiri HBKB yang telah bebas asap rokok.
  • 94% responden akan tetap mengajak anak/cucu/keluarga ke HBKB yang telah bebas asap rokok.

Bahkan responden perokokpun setuju tentang hal ini, ini terlihat dari hasil survey kami :

  • 81% responden perokok setuju jika ada peraturan mengenai HBKB yang bebas asap rokok.
  • 79% responden perokok setuju jika HBKB bebas asap rokok.
  • 85% responden perokok akan tetap menghadiri HBKB yang telah bebas asap rokok.
  • 81% responden perokok akan tetap mengajak anak/cucu/keluarga ke HBKB yang telah bebas asap rokok.

Berkaca dari hasil survey diatas maka bukan suatu halangan besar bagi pemerintah untuk membuat HBKB sebagai Kawasan Dilarang Merokok (KDM) sebagaimana tujuh kawasan yang telah ditetapkan oleh Peraturan Gubernur Nomor 75 Tahun 2005 dan juga Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2010 tentang Kawasan Dilarang Merokok.

Langkah kedua yang bisa diambil pemerintah yaitu melakukan sosialisasi kepada para stakeholder HBKB tentang HBKB yang sudah menjadi Kawasan Dilarang Merokok baik melalu Press Release, Website, Brosur, Formulir Pemakaian Tempat, Iklan TV dan Radio, Booklet informasi program, Rambu, Stiker dan lain sebaginya.

Kemudian langkah ketiga adalah penegakkan hukum dari aturan tersebut terhadap para pelanggarnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Rekomendasi:

  • Rambu/ tanda-tanda yang ada akan dipasang di tempat-tempat yang mudah terlihat dan terbaca oleh pengunjung dan petugas.
  • Warga khususnya pengguna fasilitas HBKB akan diberitahu tentang kebijakan ini,
  • Pejabat kota, dishub, satpol PP, dinas kebersihan dan polda metro jaya, serta pengguna fasilitas ini diminta untuk membantu dalam penegakkan kepatuhan terhadap kebijakan ini.
  • Setiap orang yang ditemukan melanggar kebijakan ini akan diberi sangsi sesuai ketentuan yang berlaku.

Jakarta, 19 Desember 2016

Azas Tigor Nainggolan

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA)

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*