ThazNLJknU

Kawasan Tanpa Rokok Jadi Tema Disertasi Doktor UI

DEPOK – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menggelar sidang promosi doktor terhadap Wahyu Sulistiadi yang mengambil tema disertasi tentang Studi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Kota Indonesia.

 

Bagi Wahyu, menciptakan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) memunculkan beragam rasa khawatir di masyarakat diantaranya pemikiran akan munculnya penganggur-penganggur yang tidak diharapkan masyarakat serta akan matinya industri pertembakauan Indonesia.

 

Studi kebijakan dalam disertasi ini, kata dia, menelusuri tentang potensi prediksi kemampuan daerah untuk menetapkan kebijakan kawasan tanpa rokok yang juga dikaitkan dengan pemetaan keberanian daerah secara eksisting untuk menerapkan atau tidak kebijakan tersebut.

 

Terdapat dua bentuk rekomendasi kebijakan pada penelitian disertasi ini. “Pertama, memberikan skenario strategi pembelajaran dari kabupaten kota yang telah menerapkan ke kabupaten kota yang belum menerapkan,” paparnya di Gedung G FKM UI, Kampus Depok, Selasa (12/08/2014).

 

“Kedua, berupa peta jalan untuk pemerintah kabupaten kota agar dapat menerapkan kebijakan kawasan tanpa rokok dalam waktu satu periode pemerintahan daerah atau lima tahun dengan ukuran dan tahapan per tahun yang jelas,” imbuhnya.

 

Diharapkan target minimal yaitu perlindungan masyarakat yang tidak merokok dari jajahan asap perokok dan masyarakat perokok akif jika merokok di tempat yang terbuka dan tidak terkontaminasi dengan masyarakat tidak merokok dapat tercapai. Target lebih tinggi adalah menurunnya prevelensi perokok dan berkurangnnya dampak kerugian dari produk tembakau.

 

“Belajar dari negara tetangga Thailand dan Malaysia mereka sungguh berani. Tak gunakan cukai sebagai pendapatan yang terbesar. Justru industri kesehatan menjadi penghasilannya. Negara timur tengah bahkan berobat Thailand, Thailand juga menjual pariwisata. Luar biasa. Malaysia menjual pendidikan, menawarkan pariwisata untuk hindari pendapatan dari cukai rokok,” tegasnya.

 

Ia menyebutkan di Indonesia, sejumlah kabupaten kota mulai berani merapkan kebijakan KTR. Seperti Palembang yang didukung pemerintah dan LSM disana.

 

“Bogor, Kabupaten Bekasi juga cepat sekali, Padang Panjang juga mirip. Yang mengalami hambatan yakni Karawang sebagai daerah industri, bupatinya bermasalah hukum, wakil bupatinya seorang dokter, ini sekarang kesempatan buat beliau bisa manfaatkan perannya. Ada juga daerah yang masih menganggap KTR belum prioritas, tetapi Angka Kematian Ibu atau masalah pernikahan dini lebih penting misalnya,” tandasnya. (faj)

 

Sumber:

http://kampus.okezone.com/read/2014/08/12/373/1023455/kawasan-tanpa-rokok-jadi-tema-disertasi-doktor-ui

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*