2143839

Korban Rokok Sentil Generasi Muda Lewat Iklan

INILAHCOM, Jakarta – Manaf Hiras Panjaitan tidak memendah penyesalan menjadi budak rokok bertahun-tahun. Ia menceritakannya dengan semua orang, agar generasi muda saat ini mengambil pelajaran dari pengalamannya.

Manaf mengkonsumsi rokok berpuluh tahun, sampai lehernya bolong akibat kanker tenggorokan. Ia kini menjadi model iklan kampanye anti-rokok, karena bertubuh nyaris semurna, wajah tampan, dan gurat ketuaan penuh derita akibat rokok.

Bahwa bahaya rokok bisa membuat pelakunya berakhir dengan kondisi salah satunya seperti Manat. Masih banyak kondisi buruk lainnya yang sudah bisa publik lihat akibat bahaya merokok dari kemasan rokok yang kini wajib menempatkan Picture Health Warning (PHW).

Manat remaja yaitu ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) adalah awal ia berkenalan dengan rokok. Pergaulan teman-teman sebaya ditambah keluarga yaitu ayahnya yang juga perokok membuat Manat menjadi lebih mudah akrab dengan tembakau dan nikotin yang dilinting tersebut.

Seiring usianya jumlah batang yang dibakar dan dihisap pun bertambah. Hingga jumlah terakhir tiga bungkus sanggup ia habiskan hanya dalam sehari.

Tapi kecintaannya kepada rokok justru membawanya ke ‘jurang’ kerusakan fungsi tubuhnya yang lain. Batuk-batuk yang tak kunjung sembuh menjadi petunjuk bahwa ada gangguan kesehatan yang lebih besar lagi yang sudah menggerogoti tubuhnya saat itu. Hingga pada 2010 dokter mendiagnosa dirinya menderita kanker pangkal tenggorokan stadium empat. Jika ingin sembuh, tidak ada jalan keluar kecuali operasi dan membuang pita suaranya.

Agar ia tetap bisa berbicara dan bernafas dengan baik, Manat harus rela lehernya dilobangi agar udara dari paru-parunya bisa memberi daya ke rongga suara sehingga Manat tetap bisa berbicara meski harus berusaha keras.

Kakek yang kini waktunya dihabiskan untuk bermain dengan cucu-cucu, dulunya adalah seorang penyanyi di paduan suara di sebuah gereja. Namun karena kondisinya yang sudah berbeda, Manat memanfaatkan suaranya untuk kampanye anti tembakau.

“Penderitaan yang pernah saya alami dan akhirnya membuat saya seperti ini, tidak harus dialami oleh generasi-generasi di bawah saya, ini alasan saya mau terlibat dalam iklan layanan masyarakat ini,” kata Manat usai peluncuran Iklan Layanan Masyarakat (ILM) Masyarakat Korban Rokok di Jakarta belum lama ini.

Ya, dalam iklan yang digagas Kementerian Kesehatan bersama World Lung Foundation (WLF) Manat menceritakan kembali penderitannya ketika dokter pertama kali mendiagnosa ia menderita kanker pangkal tenggerokan dan sudah mencapai stadium 4.

Pada akhirnya ia menyampaikan pesan agar mereka yang belum pernah merokok jangan sampai merokok dan yang sudah merokok segera berhenti merokok. “Berhenti Menikmati Rokok sebelum Rokok Menikmati Anda,” demikian kata-kata yang manat ucapkan di akhir iklan layanan masyarakat itu.

Iklan akan selama sebulan tayang di seluruh bioskop di Jakarta milik dua buah label bioskop, di tujuh stasiun televisi swasta dan di jejaring sosial youtube.

Communication Officer WLF Indonesia yang juga tim kreatif pembuatan iklan layanan masyarakat Enrico Aditjondro mengatakan pihaknya yang mencari dan menemukan Manat Hiras Panjaitan sebagai sosok yang tepat untuk menyampaikan pesan anti tembakau. Karena Manat adalah mantan pelaku dan juga korban dari bahayanya rokok.

Meski Manat berasal dari generasi tua, tapi Rico menilai iklan ini akan efektif dalam menyampaikan pesan yang menyasar ke anak-anak muda untuk mulai meningkatkan perhatian dan kepedulian terhadap bahaya rokok.

“Karena sulit ya menemukan remaja yang merokok yang juga sudah menjadi korban bahaya rokok, rata-rata baru di umur seperti ini terkena dampaknya. Tapi setidaknya ada pesan yang bisa disampaikan bahwa kapanpun mulai merokok, risikonya bisa mengalami gangguan kesehatan yang Pak Manat alami,” beber Rico.

Sumber:
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2143839/korban-rokok-sentil-generasi-muda-lewat-iklan#.VD8k-1ZuHwI

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*