212117

Lahan Meluas tapi Tembakau masih Impor

Metrotvnews.com, Jakarta: Produksi tembakau diperkirakan terus meningkat melihat pertumbuhannya dalam tiga tahun terakhir. Sejak 2011 produksi tembakau tercatat mencapai 214.524 ton, lalu 226.704 ton pada 2012, dan 280.768 ton pada tahun lalu.

Peningkatan produksi diiringi dengan bertambahnya luas tanam milik perkebunan rakyat, swasta, dan negara. Pada 2011, total luas lahan tembakau secara nasional hanya 228.770 hektare. Lahan bertambah menjadi 249.781 ha pada 2012 dan 254.776 ha pada 2013.

Menurut Direktur Tanaman Semusim Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Nurnowo Paridjo bertambahnya luas lahan disebabkan adanya bagi hasil dari cukai rokok pada 2010 yang akhirnya bisa dimanfaatkan para petani tembakau. Cukai rokok pada 2010 menyumbangkan Rp59,3 triliun untuk pendapatan negara. Pada 2010, Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan mencatat produksi rokok mencapai 249,1 miliar rokok. Angka cukai 2010 naik ketimbang 2009 yang tercatat memiliki produksi hanya 245 miliar rokok.

“Angka 2012 tadi, baik produksi dan luas lahan, masih sementara. Pada 2013 estimasi. Tapi ini menunjukkan trennya meningkat. Permasalahannya ialah produksi tembakau belum bisa memenuhi kebutuhan industri rokok, sehingga harus impor,” kata Nurnowo, Kamis (30/1). Pada 2012 tercatat impor tembakau mencapai 137.425 ton. Impor mayoritas berasal dari China, India, dan Thailand.

Akan tetapi, peningkatan luas lahan akan terhambat jika pemerintah meratifikasi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Seperti diketahui jika pemerintah meratifikasi FCTC bisa diberlakukan diversifikasi produk tanaman tembakau dan mendorong alih tanam ke produk lain.

Hingga saat ini, belum terlihat dampak dari wacana ratifikasi FCTC terhadap luas area. “Agar tidak menimbulkan polemik, ratifikasi FCTC sebaiknya ditunda. Sesuai UU Nomor 12 Tahun 1992 pada Pasal 6 ayat (1) tentang Sistem Budi Daya Tanaman, petani memiliki kebebasan untuk menentukan jenis tanaman dan pembudidayaannya,” imbuhnya.
Editor: Wisnu AS

 Sumber:

 

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*