1846596780x390

Larangan Merokok Segera Diberlakukan

Rumah Sakit Pirngadi Tinggal Tunggu Peraturan Walikota
Medan-andalas Manajemen RSUD dr Pirngadi Medan (RSUPM) akan membuat aturan dilarang merokok dan menjual rokok di lingkungan rumah sakit. Larangan itu, kata Kasubag Hukum dan Humas RSUPM Edison Perangin-angin akan diterapkan menunggu keluarnya Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan tentang Kawasan Tanpa Rokok.
“Kita memang sebelumnya sudah membuat larangan merokok di lingkungan rumah sakit. Tapi setelah keluarnya perwal nanti, kita juga akan mengimbau dan melarang adanya penjualan rokok di dalam lingkungan rumah sakit,” katanya, Jumat (23/5) di ruang kerjanya usai menghadiri rapat bersama Dinas Kesehatan Medan tentang kawasan tanpa rokok.

 

Peraturan merokok itu juga, sambungnya, akan diberlakukan di setiap ruangan dengan membuat tulisan dilarang merokok. Namun, untuk saat ini, belum ada sanksi tetapi masih dilakukan sosialisasi bagi semua pegawai, pasien, keluarga, dan pengunjung di rumah sakit.

 

Sambil melakukan sosialisasi, ujar Edison lagi, pihak manajemen juga akan memberdayakan petugas pengamanan (satpam) untuk ikut melakukan sosialisasi penerapan dilarang merokok.

 

“Mereka juga (satpam) akan menegur dengan baik-baik pengunjung dan keluarga pasien yang merokok untuk tidak merokok dan meniadakan tempat untuk puntung rokoknya,” ucapnya.

 

Sementara Koordinator Pengendalian Tembakau dari Pusaka Indonesia OK Syahputra mengatakan pertemuan yang dilakukan dengan Dinkes Medan adalah untuk membahas perwal pelaksanaan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR).

 

“Perda itu untuk pelaksanaan dimasukkan ke dalam perwal dalam teknis pelaksanaannya,” kata OK yang dihubungi melalui telepon seluler.

 

Pertemuan itu, tambahnya, merupakan pertemuan awal dan akan dilakukan pertemuan-pertemuan berikutnya. “Perda KTR itu belum bisa dilaksanakan bila perwal-nya belum ada,” ujar OK.

 

Di dalam Perda KTR, sebutnya, peraturannya masih secara umum dan di dalam perwal itu nantinya bisa dituangkan peraturan dilarang merokok seperti di tempat kerja dan di tempat umum.

 

“Makanya kemarin itu untuk menyusun perwal, kata Kepala Dinas Kesehatan Medan kira-kira awal Juni sudah selesai, supaya bisa lakukan sosialisasi tahun 2014 ini,” katanya.

 

OK berharap pada Januari 2015 adalah akhir untuk menyiapkan perwal dan sosialisasi. “Bila sudah ada sosialisasi dan menegur sudah sangat bagus,” imbuhnya.
Walaupun Perwal KTR belum selesai, OK mengharapkan Pemko Medan mengimplementasikan Perda KTR di tempat-tempat umum.

 

Dalam perwal itu nanti, sebut OK, rencananya orang yang merokok di kawasan dilarang merokok akan dikenakan denda Rp50 ribu atau diberikan hukumam kurungan badan 3 hari.

 

“Setiap orang yang menjual dan mengiklankan sponsor rokok di tempat larangan merokok denda Rp5 juta paling banyak. Pimpinan yang menyertakan, membiarkan orang merokok denda maksimal Rp10 juta,” ungkap OK mengakhiri.(YN)

 

Sumber:
http://harianandalas.com/kanal-medan-kita/larangan-merokok-segera-diberlakukan

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*