tempat sampah rokok

Masyarakat harus Melek Bahaya Rokok

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebiasaan merokok kian marak. Promosinya pun kian gencar. Sayang, risiko kesehatan pun seolah dilupakan. Hingga akhirnya, merokok seakan menjadi perilaku sosial yang lazim.

 

“Sudah waktunya masyarakat diberi tahu dan diingatkan kembali akan risiko kesehatan yang disebabkan oleh merokok, baik perokok aktif dan pasif,” ujar KetuaKomisi Nasional Pengendali Tembakau (Komnas PT) Prijo Sidipratomo di acara ‘Sudah Waktunya Masyarakat Melek Bahaya Merokok’ di ajang Car Free Day Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Ahad (2/2).

 

Berpatokan pada Global Adult Tobacco Survey (GATS) di 2011, Indonesia memiliki prevalensi perokok aktif tertinggi di antara 16 negara yang diteliti. Sebanyak 86 persen orang dewasa percaya kebiasaan itu dapat menyebabkan penyakit serius. Meski demikian, sebanyak 67,4 persen laki-laki dan 4,5 persen perempuan tetap mengonsumsi rokok.

 

GATS juga mengindikasikan pengaruh media massa besar terhadap peningkatan prevalensi perokok aktif di Indonesia. Sebanyak 40 persen orang dewasa melihat informasi anti merokok di televisi atau radio, 50 persen melihat iklan pemasaran rokok di toko, 80 persen melihat iklan dan promosi (di luar toko), serta sponsor rokok di acara olahraga.

 

Lantaran itu, Komnas PT melakukan kegiatan berkeliling Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali untuk mengampanyekan antirokok. Masyarakat, sosialisasi yang akan diawalu dengan tur ikon pengingat yang akan keliling ke DKI Jakarta, Bandung, DI Yogyakarta dan Bali. Prijo berharap kampanye dapat membangun kesadaran masyarakat akan bahaya merokok sekaligus memotivasi warga meninggalkan kebiasaan tersebut.

 

Pemerintah, akunya, telah mengeluarkan Permenkes No 28 Tahun 2013. Peraturan itu mewajibkan perusahaan rokok mencantumkan satu dari lima gambar bahaya merokok pada kemasan. Peraturan itu mulai diterapkan pada 24 Juni 2014.

 

“Penerapan peringatan bergambar adalah salah satu upaya melindungi masyarakat dari risiko kesehatan yang diakibatkan merokok,” ujarnya.

 

Sumber:
http://www.metrotvnews.com/lifestyle/read/2014/02/02/913/212672/Masyarakat-harus-Melek-Bahaya-Rokok

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*