2105031

Menkes Kaget DPR RI Minta Presiden Tunda FCTC

INILAHCOM, Jakarta- Kementrian Kesehatan Nafsiah Mboi menyesalkan masih ada pihak yang menyebut Famework Convention on Tobacco Control (FCTC) sebagai ancaman bagi petani tembakau, dan menyesalkan sikap DPR RI yang meminta presiden menuda ratifikasi konvensi itu.

 

Penyesalan itu disampaikan menkes saat membuka Indonesia Conference on Tobacco or Health (ICTOH) di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Jumat (30/5/2014).

 

Menkes mengaku kaget saat tahu Ketua DPR RI, Marzuki Ali menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meminta SBY menunda ratifikasi FCTC,. “Alasannya, Badan Legislatif sedang menyusun UU Tembakau,” ujar Nafsiah.

 

Padahal, lanjut Menkes, FCTC sama sekali tidak berkaitan dengan kelangsungan industri rokok, apalagi mematikan kehidupan petani tembakau.

 

“FCTC adalah konvensi tentang kesehatan masyarakat dan tidak mengatur tentang pertanian, perindustrian dan semua yang berkaitan dengan terkait tembakau,” ungkap Menkes.

 

Salah satunya, lanjut Menkes, FCTC mengatur pengendalian penyakit tidak menular yang bisa dicegah jika masyarakat tidak atau menghentikan kebiasaan merokok.

 

“Jadi menurut saya iada kesalahpahaman dari teman-teman di DPR RI,” ujar Menkes.

 

Untuk meluruskan, Nafsiah mengatakan, pihaknya segera akan mengadakan pertemuan dengan DPR RI dan pemerintah.

 

“Kami tentu akan memberikan informasi, pencerahan, dan wawasan kepada pimpinan DPR R dan teman-teman di pemerintah bahwa FCTC bukan mengatur petani atau perindustrian. Ini adalah konvensi tentang kesehatan masyarakat,” pungkasnya.[tst]

 

Sumber:
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2105031/menkes-kaget-dpr-ri-minta-presiden-tunda-fctc#.U4i14cZuHwI

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*