2088484

Merokok Sebelum Pubertas Anak Beresiko Obesitas

INILAHCOM, Jakarta- Pria yang merokok sebelum pubertas meningkatkan risiko memiliki anak yang obesitas kelak.

 

Peneliti Inggris menambah bukti, gaya hidup masa kanak-kanak, mempengaruhi kondisi keturunan mereka di masa depan.

 

Dalam studi yang bertajuk ‘Children of the 90′s’ menunjukkan, paparan tembakau anak terima sebelum usia 11 tahun menyebabkan perubahan metabolisme pada generasi berikutnya.

 

“Temuan atas efek trans generational ini memiliki implikasi besar untuk penelitian kenaikan tingkat obesitas dan evaluasi langkah-langkah pencegahan,” kata Marcus Pembrey, profesor genetika di Universitas College London, yang memimpin penelitian dan mempresentasikan temuan, Rabu (2/4/2014).

 

Menurut data WHO, hampir satu miliar penduduk dunia merokok. Sekitar 35% di negara maju dan 50% di negara berkembang.

 

Peneliti meneliti gaya hidup dan kondisi kesehatan dari 9.886 ayah. Sebanyak 54% atau 5.376 adalah perokok dan sebanyak 166 atau 3% mengaku sudah merokok, bahkan sebelum usia mereka 11 tahun.

 

Melihat generasi berikutnya, tim menemukan anak-anak pada usia 13, 15 dan 17 tahun, yaitu anak laki-laki dari mereka yang mulai merokok sebelum usia 11 tahun memiliki Body Mass Index (BMI) yang tinggi daripada anak laki-laki yang mulai merokok kemudian atau yang tidak pernah merokok.

 

“Anak-anak ini memiliki tingkat lebih tinggi dari massa lemak – mulai dari tambahan lima kilogram ke 10 kilogram antara usia 13 dan 17,” kata studi tersebut seperti melansir nydaily, Kamis (3/3/2014).

 

Hasil penelitian termuat dalam European Journal of Human Genetics. [aji]

 

Sumber:
http://web.inilah.com/read/detail/2088484/merokok-sebelum-pubertas-anak-beresiko-obesitas#.Uzzl4RY6a8U

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*