no smoking

Mulai Besok, Jangan Merokok Dalam Angkot di Balikpapan!

BALIKPAPAN- Peringatan keras bagi warga Balikpapan yang suka merokok di dalam angkutan kota. Sebab mulai besok, para sopir angkutan kota yang diambil sumpah sebagai Duta Kawasan Sehat Tanpa Rokok (KSTR) akan menolak penumpang yang merokok. Mereka akan menegur penumpang dan menurunkan penumpang yang merokok di dalam angkutan kota. Komitmen ini tertuang dalam deklarasi duta KSTR 80 pengemudi dari delapan trayek angkutan kota yang mengikuti pelatihan Duta KSTR dan keselamatan di Jalan, Selasa (18/11/2013).

 

Pelatihan ini digelar Dishub bersama organda. Sebelum memulai pelatihan, para perwakilan peserta yang menjadi duta KSTR diambil sumpah dan membacakan deklarasi pernyataan dukungan penerapan KSTR di angkutan kota Balikpapan. Mereka juga membubuhkan tandatangan yang berisi enam point, diantaranya. “Siap menolak penumpang yang merokok atau dengan sengaja merokok pada saat berada di dalam angkutan kota.

 

Para sopir siap memberikan teguran dan pengertian bahaya merokok bagi perokok aktif baik sesama pengemudi, penumpang dan masyarakat,” ujar seorang sopir yang membaca deklarasi. Selain itu, para sopir berkomitmen dengan sebenarnya dan dalam keadaan sadar akan menciptakan angkutan kota Balikpapan terbebas dari segala bentuk olahan tembakau. Tujuan dari deklarasi dan pelatihan KSTR ini menciptakan sarana angkutan kota yang bersih, sehat dan nyaman bebas dari asap rokok. Selain itu juga memberikan perlindungan bagi masyarakat pengguna angkutan kota dari bahaya asap rokok. “Tujuan kegiatan membentuk duta KSTR dari kelompok pengemudi angkutan kota, dan pembekalan duta KSTR, membentuk ranting komunitas berhenti meroko pada kelompok pengemudi. Dan pembekalan ilmu praktis dalam pertolongan pertama pada kecelakaan dan situasi darurat,” terang ketua Panitia penyelenggara dari DKK dr Ester Vonny yang juga Sekretaris tim Pemantua KSTR kota Balikpapan.

 

Menurut Vonny berdasarkan data Riset kesehatan daerah tahun 2010, prevalensi perokok di Kaltim 34, 8 persen, angka ini lebih tinggi dari angka nasional yang sebesar 34,7 persen. “Ini merupakan keadaan yang harus disikapi secara cepat karena sebesar 65,2 persen penduduk Kaltim mempunya risiko perokok pasif dengan seluruh dampak kesehatan yang menyertainya,” ujarnya. Sementara itu, seorang supir angkot trayek nomor 6 Kampung Baru- Balikpapan Permai yang juga peserta pelatihan, Supardi (30) mengaku sudah empat tahun merokok namun saat ini intensitas merokok dikurangi.

 

“Sejak Januari mengikuti sosialasasi KSTR ini saya sudah kurangi kebiasaan merokok. Sehari paling merokok satu bungkus tapi saya bukan termasuk perokok berat,” ujarnya. Ia mengaku diwajibkan berhenti merokok karena salah satu persyaratan bagi duta KSTR. “Dari sisi kesehatan saya lebih baik, dulu kalau jalan kaki dada terasa berat sekarang ringan. Ya selama ini kan rokok sebagai teman sekarang paling makan permen,” ucap Supardi warga kampung Baru ini. Ia mengaku bersedia jika diharuskan menegur penumpang yang merokok atau akan meroko di dalam angkot. “ Ya saya akan tegur sekarang ini kita akan dapat latihan bagaimana menegur yang baik dan sopan,” tandas Supardi yang memperoleh dua baju seragam duta KSTR ini. (ugo)

 

Sumber:
http://news.okezone.com/read/2013/11/18/340/898900/mulai-besok-jangan-merokok-dalam-angkot-di-balikpapan

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*