petugas-menyegel-videotron-reklame-sebuah-iklan-rokok-terkenal-karena-_140516164037-836

Petugas Mencopot Puluhan Reklame Liar

CIANJUR, (PRLM).- Setelah maraknya reklame liar di jalan-jalan protokol di Cianjur dan membuat Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh marah, Dinas Perpajakan Daerah (Disjakda) Cianjur, Selasa (17/6/2014) malam, melakukan penertiban reklame liar yang terpasang di sejumlah titik di wilayah kota Cianjur.

 

Dari penertiban tersebut, petugas berhasil mencopot puluhan spanduk liar dari berbagai macam produk, termasuk iklan rokok yang melintang jalan. Para petugas melakukan penyisiran sekaligus menurunkan puluhan reklame liar yang terpasang dibeberapa titik di kota Cianjur, seperti di Jalan Moch Ali, Pasir hayam termasuk iklan rokok yang dipasang melintang di lokasi jalan Pangeran Hidayatullah tak jauh dari rumah dinas bupati Cianjur.

 

Kepala Bidang Penagihan Pajak Daerah, iwan Suwandi mengatakan, sasaran penertiban ditujukan pada pemasangan reklame reklame liar yang ada dibeberapa titik di wilayah kota, termasuk juga untuk reklame rokok yang terpasang melintang jalan.

 

“Penertiban kami lakukan secara bertahap. Untuk penertiban kali ini kita lakukan untuk reklame liar yang ada di wilayah kota terlebih dahulu. Ya, termasuk juga untuk produk iklan rokok yang dipasang melintang jalan memang dilarang,” katanya.

 

Sementara itu Kepala Disjakda Cianjur, Arif Purnawan mengakui lemahnya aspek pengawasan yang disorot oleh kalangan masyarakat bahkan bupati Cianjur, menjadi salah satu faktor penyebab masih ditemukannya penayangan iklan rokok yang dipasang dengan posisi melintang jalan. Namun, ia menegaskan pemasangan iklan rokok yang melintang jalan tidak ada kontribusi pada pajak reklame.

 

Pasalnya, kata dia, Disjakda tidak mengeluarkan ketetapan pajak daerah atas penayangan reklame tersebut. “Untuk pemasangan iklan rokok melintang tidak ada pajak reklamenya, karena kami tidak mengeluarkan ketetapan pajak daerahnya. Tapi,kalaupun ternyata masih ada yang terpasang, kami akui bahwa itu merupakan salah satu lemahnya pengawasan kami,” ucapnya.

 

Sebelumnya, Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar soleh berang dan marah ketika mengetahui reklame rokok masih ada di jalan protokol di Cianjur. Bahkan, iklan rokok yang terpampang melintang tersebut letaknya tidak jauh dari Kantor Dinas Pajak Daerah (Disjakda), Jalan Raya Bandung, Cianjur. Meski sudah diturunkan beberapa hari lalu, reklame rokok tersebut masih ada.

 

“Di depan jalan masuk rumah dinas ini masih ada. Saya kemarin sudah marah ada iklan rokok di Jalan Raya Bandung. Kenapa ada lagi di depan jalan masuk rumah dinas. Saya masih komitmen tidak boleh ada reklame rokok di jalan protokol. Mengapa ini masih ada?” katanya.

 

Tjetjep mengaku akan memanggil Kepala Disjakda untuk meminta klarifikasi soal hal itu. Namun, pihaknya mempertanyakan pengawasan Disjakda mengenai masil lolosnya reklame rokok. “Bahkan, yang saya dengar sebelum diturunkan reklame rokok yang ada di jalan raya Bandung, sudah ada selama lima bulan. Kok berani mereka memasang, kalo ada pajaknya menyalahi aturan, karena dalam aturan sudah jelas adanya pelarangan reklame rokok di jalan protokol Cianjur,” tuturnya. (Wilujeng Kharisma/A-147)***

 

Sumber :
http://www.pikiran-rakyat.com/node/285830

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*