produsen-rokok-keberatan-cantumkan-gambar-bahaya-merokok

Produsen rokok keberatan cantumkan gambar bahaya merokok

Merdeka.com – Terhitung mulai 24 Juni 2014, pemerintah bakal mewajibkan setiap produsen rokok mencantumkan gambar dampak dan bahaya merokok dalam kemasan yang dijual di pasaran. Aturan ini mengacu pada PP Nomor 109 Tahun 2012.

 

Produsen rokok angkat bicara terkait terkait kewajiban ini. Perusahaan rokok yang tergabung dalam Komunitas Pabrik Rokok Kudus, Jawa Tengah, keberatan mencantumkan gambar akibat merokok pada bungkus rokok. Alasannya, produsen rokok sudah terlanjur memiliki stok pembungkus rokok dalam jumlah besar.

 

“Masih memiliki stok etiket atau pembungkus rokok dalam jumlah banyak, karena untuk persediaan jangka panjang,” kata Ketua Komunitas Pabrik Rokok Kudus (Koperku) Rusdi Rahman didampingi anggota Persatuan Pengusaha Rokok Kudus (PPRK) Agus Suparyanto seperti dilansir Antara.

 

Stok pembungkus rokok rata-rata masih cukup untuk kebutuhan hingga 2015. Jika harus menaati aturan pemerintah, produsen keberatan karena menambah beban biaya produksi. Dia menyebutkan, ongkos atau biaya produksi bisa membengkak hingga 13 persen dari biasanya.
Dalam pandangannya, kebijakan itu juga berdampak pada produktivitas pekerja. Porsi kerja buruh akan semakin besar dibanding biasanya.

 

“Kami justru khawatir, kesulitan kerja tersebut akan membuat para buruh menuntut kenaikan upah karena tingkat kesulitan kerjanya semakin bertambah,” ujarnya.

 

Kebijakan ini dinilai bagai buah simalakama. Di satu sisi, jika dijalankan akan berdampak pada meningkatnya beban produksi. Di sisi lain, jika kebijakan tersebut tidak diikuti, perusahaan rokok juga tidak bisa pesan pita cukai.

 

Keberatan pengusaha rokok di Kudus itu, ditindaklanjuti dengan mengajukan surat keberatan kepada pemerintah serta mengancam untuk melakukan aksi.

 

[noe]

 

Sumber:
http://www.merdeka.com/uang/produsen-rokok-keberatan-cantumkan-gambar-bahaya-merokok.html

No Comment

Tinggalkan Balasan

*

*